Nilai CAD semester II tergantung penyerapan APBN



JAKARTA. Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, current account deficit (CAD) atau defisit transaksi berjalan triwulan II yang mengempis signifikan akibat neraca barang yang membaik. Apalagi PDB Indonesia masih relatif stagnan sehingga defisit pun menurun tajam. Ia melihat defisit transaksi berjalan triwulan II akan berada pada level 2,3%-2,5% dari PDB. Untuk triwulan III dan IV, defisit transaksi berjalan akan tergantung dari realisasi impor barang modal pemerintah. "Apakah progres atau pola penyerapan pemerintah akan meningkat," ujarnya, Jumat (24/7). Kalau tidak terjadi progres maka laju impor tidak akan jauh berbeda dengan triwulan II. Apabila serapan tidak maksimal maka defisit hingga akhir tahun bisa berada di bawah 2,5% dari PDB. Untuk ekspor sendiri hingga akhir tahun diperkirakan akan sulit bergerak. Harga minyak dunia yang pada Juli ini berada di bawah US$ 50 per barel dan ekonomi China yang terus melambat membuat kinerja ekspor tidak berkutik. Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) memproyeksi defisit transaksi berjalan triwulan II 2015 akan berada pada level di bawah 2,3% dari PDB. Sebelumnya BI memperkirakan defisit triwulan II pada level 2,5% dari PDB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Uji Agung Santosa