JAKARTA. Kinerja ekspor komoditas pertanian dan perkebunan cukup menggembirakan di semester I-2011 ini. Lihat saja, selama Januari-Juni 2011, ekspor karet mencapai 1,72 juta ton tumbuh 21,65% dari periode sama tahun 2010. Bukan hanya volume, nilai ekspor karet juga melambung. Nilai ekspor karet meroket 74,9% menjadi US$ 7,59 miliar. Padahal, pada semester I-2010, nilai ekspor karet hanya US$ 4,3 miliar. "Kinerja ekspor karet tahun ini sangat menggembirakan," ungkap Suharto Honggokusumo, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo), Kamis (4/8). Berkah karet tersebut juga dinikmati petani karet. Soalnya, selama semester I 2011, harga karet di pasar lokal juga mencapai Rp 44.000 per kilogram (kg), tumbuh 50% dari semester I 2010. Maka, kocek petani karet pun tahun ini semakin tebal.
Nilai ekspor karet melar hingga 74,9%
JAKARTA. Kinerja ekspor komoditas pertanian dan perkebunan cukup menggembirakan di semester I-2011 ini. Lihat saja, selama Januari-Juni 2011, ekspor karet mencapai 1,72 juta ton tumbuh 21,65% dari periode sama tahun 2010. Bukan hanya volume, nilai ekspor karet juga melambung. Nilai ekspor karet meroket 74,9% menjadi US$ 7,59 miliar. Padahal, pada semester I-2010, nilai ekspor karet hanya US$ 4,3 miliar. "Kinerja ekspor karet tahun ini sangat menggembirakan," ungkap Suharto Honggokusumo, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo), Kamis (4/8). Berkah karet tersebut juga dinikmati petani karet. Soalnya, selama semester I 2011, harga karet di pasar lokal juga mencapai Rp 44.000 per kilogram (kg), tumbuh 50% dari semester I 2010. Maka, kocek petani karet pun tahun ini semakin tebal.