KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan internet of things (IoT) di Indonesia terus menunjukkan akselerasi signifikan, baik di segmen konsumen maupun korporasi. Asosiasi IoT Indonesia (Asioti) memperkirakan, pada 2025 jumlah perangkat IoT di Tanah Air mencapai sekitar 678 juta unit. Adapun nilai pasar sekitar US$ 40 miliar atau setara Rp 673 triliun. Industri ini diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 14,7% dan berpotensi menembus 800 juta perangkat dalam beberapa tahun ke depan. Ketua Asioti periode 2022–2025, Teguh Prasetya menegaskan, lonjakan adopsi perangkat menuntut kesiapan ekosistem nasional. “Pengembangan solusi IoT nasional menjadi kebutuhan mendesak seiring masifnya pertumbuhan perangkat di Indonesia,” ujar Teguh dalam keterangannya, Kamis (12/2).
Nilai Pasar IoT Indonesia Meledak Rp 673 Triliun, Tapi Cuma Menjadi Pasar
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan internet of things (IoT) di Indonesia terus menunjukkan akselerasi signifikan, baik di segmen konsumen maupun korporasi. Asosiasi IoT Indonesia (Asioti) memperkirakan, pada 2025 jumlah perangkat IoT di Tanah Air mencapai sekitar 678 juta unit. Adapun nilai pasar sekitar US$ 40 miliar atau setara Rp 673 triliun. Industri ini diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 14,7% dan berpotensi menembus 800 juta perangkat dalam beberapa tahun ke depan. Ketua Asioti periode 2022–2025, Teguh Prasetya menegaskan, lonjakan adopsi perangkat menuntut kesiapan ekosistem nasional. “Pengembangan solusi IoT nasional menjadi kebutuhan mendesak seiring masifnya pertumbuhan perangkat di Indonesia,” ujar Teguh dalam keterangannya, Kamis (12/2).