KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Saham-saham teknologi paling berharga di dunia (big tech) telah mengalami penurunan tajam nilai pasar tahun ini setelah bertahun-tahun melejit tinggi. Kini, investor mempertanyakan apakah pengeluaran besar-besaran untuk kecerdasan buatan (AI) akan menghasilkan pengembalian yang cukup untuk membenarkan valuasi yang tinggi. Seperti dilansir Reuters, Senin (16/2/2026), saham Microsoft telah anjlok sekitar 17% sejak awal tahun ini karena kekhawatiran atas risiko terhadap bisnis AI-nya dan persaingan yang semakin ketat dari model Gemini terbaru Google dan agen AI Claude Cowork milik Anthropic. Nilai pasar Microsoft pun ambles sekitar US$ 613 miliar menjadi US$ 2,98 triliun per Jumat (13/2/2026). Harga saham Amazon juga longsor 13,85% sejauh tahun ini, menghapus sekitar US$ 343 miliar nilai pasar dan membuat nilai perusahaan menjadi sekitar US$ 2,13 triliun.
Nilai Pasar Saham Big Tech Longsor, Investor Mulai Ragu dengan Prospek AI
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Saham-saham teknologi paling berharga di dunia (big tech) telah mengalami penurunan tajam nilai pasar tahun ini setelah bertahun-tahun melejit tinggi. Kini, investor mempertanyakan apakah pengeluaran besar-besaran untuk kecerdasan buatan (AI) akan menghasilkan pengembalian yang cukup untuk membenarkan valuasi yang tinggi. Seperti dilansir Reuters, Senin (16/2/2026), saham Microsoft telah anjlok sekitar 17% sejak awal tahun ini karena kekhawatiran atas risiko terhadap bisnis AI-nya dan persaingan yang semakin ketat dari model Gemini terbaru Google dan agen AI Claude Cowork milik Anthropic. Nilai pasar Microsoft pun ambles sekitar US$ 613 miliar menjadi US$ 2,98 triliun per Jumat (13/2/2026). Harga saham Amazon juga longsor 13,85% sejauh tahun ini, menghapus sekitar US$ 343 miliar nilai pasar dan membuat nilai perusahaan menjadi sekitar US$ 2,13 triliun.
TAG: