KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah masih bertenaga terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah kemarin ditutup menguat 0,16% ke Rp 14.125 per dollar AS, terapresiasi untuk hari keenam. Penguatan rupiah masih disetir sentimen eksternal. Salah satunya, indikasi pemotongan suku bunga AS, Fed Fund Rate (FFR) Juli mendatang yang menyeret dollar AS. Ada pula sentimen AS yang kembali memberi sanksi kepada Iran."Konflik itu memicu kecemsan pasar global terhadap dollar," kata Analis Monex Investindo Futures, Andian, Selasa (25/6). Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menambahkan, keperkasaan rupiah terhadap dollar AS akibat sentimen internal berupa data neraca perdagangan Indonesia Mei yang surplus US$ 210 juta. Sedangkan pasar masih menanti hasil pertemuan G20, termasuk pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
Nilai tukar rupiah masih bisa menguat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah masih bertenaga terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah kemarin ditutup menguat 0,16% ke Rp 14.125 per dollar AS, terapresiasi untuk hari keenam. Penguatan rupiah masih disetir sentimen eksternal. Salah satunya, indikasi pemotongan suku bunga AS, Fed Fund Rate (FFR) Juli mendatang yang menyeret dollar AS. Ada pula sentimen AS yang kembali memberi sanksi kepada Iran."Konflik itu memicu kecemsan pasar global terhadap dollar," kata Analis Monex Investindo Futures, Andian, Selasa (25/6). Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menambahkan, keperkasaan rupiah terhadap dollar AS akibat sentimen internal berupa data neraca perdagangan Indonesia Mei yang surplus US$ 210 juta. Sedangkan pasar masih menanti hasil pertemuan G20, termasuk pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.