KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah dinilai berpotensi menekan kualitas aset perbankan, terutama melalui kenaikan biaya produksi dan beban arus kas debitur yang memiliki ketergantungan impor maupun kewajiban dalam valuta asing. Namun, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memastikan dampak tersebut relatif terbatas terhadap portofolio kredit perseroan. Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menjelaskan bahwa eksposur kredit BTN didominasi oleh pembiayaan perumahan dan ritel domestik. Dengan karakteristik tersebut, sensitivitas langsung terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah tergolong rendah. “Secara umum pelemahan rupiah memang dapat memberi tekanan pada kualitas aset perbankan. Namun bagi BTN, dampaknya relatif terbatas karena mayoritas kredit kami berada di sektor domestik, khususnya perumahan,” ujar Setiyo kepada kontan.co.id, Selasa (20/1).
Nilai Tukar Rupiah Melemah, BTN Menilai Dampak ke Kualitas Aset Terbatas
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah dinilai berpotensi menekan kualitas aset perbankan, terutama melalui kenaikan biaya produksi dan beban arus kas debitur yang memiliki ketergantungan impor maupun kewajiban dalam valuta asing. Namun, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memastikan dampak tersebut relatif terbatas terhadap portofolio kredit perseroan. Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menjelaskan bahwa eksposur kredit BTN didominasi oleh pembiayaan perumahan dan ritel domestik. Dengan karakteristik tersebut, sensitivitas langsung terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah tergolong rendah. “Secara umum pelemahan rupiah memang dapat memberi tekanan pada kualitas aset perbankan. Namun bagi BTN, dampaknya relatif terbatas karena mayoritas kredit kami berada di sektor domestik, khususnya perumahan,” ujar Setiyo kepada kontan.co.id, Selasa (20/1).
TAG: