Nilai Tukar Rupiah Melemah, BYD: Kami Siap, Karena Sudah Berinvestasi Jangka Panjang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah saat ini sedang dalam kondisi yang lemah, bahkan sudah berada pada titik paling rendah sepanjang sejarah. Hal itu pun mempengaruhi sejumlah industri, khususnya yang masih mengandalkan bahan baku impor.

Salah satu yang mengalami dampaknya yakni industri otomotif. Meski begitu, BYD Motor Indonesia mengaku siap dalam menghadapi kondisi seperti ini.

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan masih memantau terkait dengan dinamika penjualan dan dinamika geopolitik yang tengah terjadi saat ini. 


Baca Juga: BYD Pimpin Pasar Mobil China di RI, Penjualan Tembus 12.473 Unit Kuartal I-2026

Menurutnya, BYD sudah menerapkan strategi investasi untuk jangka yang panjang. Sehingga, BYD siap untuk menghadapi berbagai kondisi di Indonesia.

"Kita mengerti betul, tapi bagi BYD karena kita sudah memutuskan untuk berinvestasi jangka panjang," ujar Luther di Tangerang, Banten, Senin (18/5/2026) malam.

Luther menjelaskan bahwa situasi fluktuasi hingga dinamika kondisi sekarang akan tetap dihadapinya, dengan terus melakukan pemantauan. BYD berharap kondisi geopolitik ini bisa segera selesai dengan cepat.

"Yang kita harapkan adalah jangan sampai hal yang berkepanjangan dan tidak baik ini berdampak pada daya beli," kata Luther.

Baca Juga: BYD Sebut Konflik Timur Tengah Perkuat Tren Elektrifikasi Global

Di sisi lain, Luther belum bisa menjelaskan secara detail terkait dengan target penjualan pada periode kuartal  II-2026.

"Tentunya kita secara angka kita belum spesifik sampaikan tapi dengan bertambahnya produk baru kita ini dan dalam waktu dekat kami akan memanfaatkan fasilitas produksi kami yang ada," ucap dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News