Nilai Tukar Rupiah Sempat Anjlok ke Rp 17.000, Ini Komentar Purbaya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah yang sempat tembus Rp 17.000 per dollar AS tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional yang sebenarnya. Menurutnya, secara ekonomi Indonesia justru masih menunjukkan kinerja yang kuat.

"Kalau ekonominya lagi lari kenceng, harusnya fundamentalnya baik,” ujar Purbaya saat ditemui usai Rapat Koordinasi Terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Senin (16/3).

Purbaya menilai secara teori, jika fundamental ekonomi kuat, nilai tukar rupiah seharusnya cenderung menguat. Oleh karena itu, ia enggan berspekulasi mengenai penyebab pelemahan rupiah maupun langkah intervensi kebijakan yang dilakukan otoritas moneter.


Baca Juga: Bank Indonesia: Jelang Idul Fitri, 1 Juta Orang Lebih Lakukan Tukar Uang Layak Edar

“Kalau normal (fundamental ekonominya), rupiah harusnya menguat. Jadi Anda tanya ke Bank Sentral kenapa melemah,” katanya.

Mengutip data Bloomberg, Senin (16/3/2026) pukul 14.40 WIB, rupiah di pasar spot melemah 0,25% secara harian ke level Rp 17.000 per dolar AS. Sebelumnya pada Jumat (13/3/2026), rupiah juga sudah tertekan 0,38% ke posisi Rp 16.958 per dolar AS.

Tekanan berlanjut hingga penutupan perdagangan. Pada akhir perdagangan Senin (16/3/2026), rupiah spot ditutup di level Rp 16.997 per dolar AS atau melemah 0,23% dibandingkan penutupan Jumat (13/3/2026) yang berada di Rp 16.958 per dolar AS. Posisi tersebut juga menjadi level penutupan terlemah rupiah sepanjang masa.

Menanggapi kondisi tersebut, Purbaya menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar merupakan tanggung jawab bank sentral. 

“Saya tidak tahu kenapa lemah. Anda harus tanyakan ke Bank Sentral. Tanggung jawab Bank Sentral hanya satu, menjaga stabilitas nilai tukar," ujarnya.

Ia menambahkan, dirinya tidak ingin berkomentar terlalu jauh mengenai kebijakan intervensi nilai tukar yang menjadi kewenangan bank sentral.

Baca Juga: LBH Jakarta: Serangan Air Keras kepada Andrie sebagai Percobaan Pembunuhan Berencana

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News