NIM OK Bank Masih di Atas 5%, Ini Strategi Jaga Margin di Tengah Tekanan Global



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Oke Indonesia Tbk optimistis mampu menjaga margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) tetap tinggi sepanjang tahun 2026.

Perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mempertahankan profitabilitas di tengah tekanan biaya dana dan ketidakpastian global.

Baca Juga: BCA Tambah Layanan Giro dalam Mata Uang Dirham UEA Mulai Mei 2026


Sekretaris Perusahaan sekaligus Direktur Kepatuhan OK Bank Efdinal Alamsyah mengatakan, hingga Maret 2026 rasio NIM perseroan masih terjaga di atas 5%. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri perbankan.

Meski demikian, Efdinal mengakui terdapat sejumlah tantangan yang menekan margin keuntungan perbankan sejak awal tahun. Salah satunya berasal dari gejolak ekonomi global yang turut memengaruhi kondisi domestik.

Menurut dia, kondisi ekonomi saat ini membuat persaingan menghimpun deposito jangka panjang atau dana mahal semakin ketat.

Di sisi lain, suku bunga yang masih relatif tinggi juga mendorong kenaikan cost of fund (CoF) perbankan.

Baca Juga: Tiga Petinggi Fintech KoinP2P Ditahan Dugaan Korupsi, Ini Respons AFPI

“Ketidakpastian global, persaingan dana mahal, dan tekanan CoF tetap menjadi tantangan dalam menjaga margin keuntungan tahun ini,” ujar Efdinal kepada Kontan, Kamis (7/5/2026).

Meski menghadapi tekanan tersebut, OK Bank tetap optimistis rasio NIM dapat dipertahankan stabil di atas 5% hingga akhir 2026.

Untuk menjaga pertumbuhan margin, perseroan akan menerapkan penyaluran kredit secara lebih selektif, meningkatkan porsi dana murah atau current account saving account (CASA), serta mendorong efisiensi operasional.

Di sisi lain, margin bunga bersih industri perbankan masih menunjukkan tren penurunan.

Baca Juga: Inilah 10 Unitlink Saham yang Mencetak Return Tertinggi per April 2026

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rata-rata NIM industri perbankan pada Maret 2026 tercatat sebesar 4,38%, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,51%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News