NIM Perbankan Indonesia yang Masih Tinggi Jadi PR Bagi Gubernur BI Baru



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Nama calon gubernur Bank Indonesia (BI) pilihan Presiden Joko Widodo sudah mulai menyebar. Kalau tidak ada aral melintang, nama Perry Warjiyo, Gubernur BI saat ini kembali diajukan presiden.

Namun, siapa pun nama yang akan diajukan oleh Presiden Jokowi dan nantinya terpilih sebagai Gubernur BI harus bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah (PR).

Direktur Segara Institute Piter Abdullah meminta kepada Gubernur BI nantinya yang terpilih untuk bisa menindaklanjuti komentar Presiden Jokowi terkait tingginya margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) bank di Indonesia.


Baca Juga: Ketua Banggar DPR: Tampaknya Jokowi Kirim Nama Perry Warjiyo Jadi Gubernur BI Lagi

Mengutip berita Kontan.co.id, NIM di Tanah Air masih paling tinggi di kawasan ASEAN. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, NIM perbankan dalam negeri mencapai 4,71% pada Desember 2022, naik dari 4,51% pada Desember 2021.

Selain itu, PR terbesar bagi seorang Gubernur BI adalah dalam menyelesaikan dan mengatasi permasalahan di bidang moneter.

Menurutnya, PR yang selama ini belum berhasil dituntaskan adalah memastikan transmisi moneter berjalan efektif yang diindikasikan suku bunga kredit bisa turun ketika BI menghendakinya untuk turun. 

Seiring dengan itu anomali sektor keuangan bisa diakhiri, serta inefisiensi di sektor keuangan juga dihilangkan.

Baca Juga: Suahasil Dinilai Calon Paling Ideal

"Sementara terkait digitalisasi sistem pembayaran menurut saya BI sudah berperan sangat baik. Bukan PR karena BI sudah melaksanakan tugasnya dengan cukup baik di sana," kata Piter kepada Kontan.co.id, Rabu (22/2).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli