Niramas Utama (JELI) Diversifikasi Pasar, Realisasikan Ekspor Perdana ke Haiti



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen makanan dan minuman bermerek INACO, memperluas pasar ekspor dengan mengirimkan produk untuk pertama kalinya ke Haiti. Ekspansi ke kawasan Karibia ini menjadi bagian dari strategi perseroan mendiversifikasi pasar di tengah tekanan kinerja penjualan pada semester I-2026.

JELI melakukan pengiriman perdana ke Haiti pada 7 September 2026 sebanyak dua kontainer berukuran 40 high cube(HQ). Niramas Utama berharap langkah ini dapat membuka peluang distribusi ke negara lain di kawasan Karibia.

Direktur Niramas Utama Adhi Lukman mengatakan, ekspansi ke pasar baru menjadi salah satu upaya JELI memperluas jaringan distribusi internasional dan menopang pertumbuhan bisnis.


Baca Juga: Indofarma (INAF) Kembangkan Bisnis Natural Medicine, Incar Pasar Ekspor AS dan Eropa

“Ekspor perdana ke Haiti merupakan langkah baru bagi Perseroan dalam membuka pasar di kawasan Karibia. Kami percaya produk INACO memiliki daya tarik yang kuat di pasar internasional, dan kami akan terus membangun jaringan distribusi di negara-negara baru untuk mendukung pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan,” ujar Adhi dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Perseroan saat ini telah memasarkan produknya ke sejumlah kawasan, antara lain Asia, Eropa, Amerika Latin, dan Amerika Serikat. Selain memperluas negara tujuan ekspor, JELI juga berencana memperkuat penetrasi pasar di India dan Filipina serta meluncurkan produk baru secara bertahap pada semester II-2026.

Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi JELI untuk mengejar target pertumbuhan pendapatan sekitar 26% pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, perseroan tetap mempertimbangkan aspek keekonomian, kesiapan regulasi di negara tujuan, dan kapasitas produksi dalam menentukan ekspansi pasar.

Ekspansi ini berlangsung di tengah penurunan penjualan JELI pada semester I-2026. Niramas Utama membukukan penjualan bersih Rp 212 miliar, turun 34,22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 322 miliar. Pada periode tersebut, JELI juga mencatatkan rugi bersih Rp 39,53 miliar.

Meski demikian, kinerja operasional JELI menunjukkan perbaikan pada kuartal II-2026. Pendapatan perseroan meningkat 22,9% secara tahunan menjadi Rp 86 miliar, dibandingkan Rp 70 miliar pada kuartal II-2025.

Baca Juga: RI Kaji Ulang Ekspor Listrik Rendah Karbon ke Singapura,Investasi EBT Bisa Terhambat?

Kenaikan penjualan yang diikuti pertumbuhan biaya pokok penjualan yang lebih rendah turut mendorong laba bruto naik 41,2% secara tahunan menjadi Rp 24 miliar, dari Rp 17 miliar. Margin laba bruto juga membaik menjadi 27,91%, dibandingkan 24,29% pada periode yang sama tahun lalu.

Adhi sebelumnya menjelaskan, kinerja JELI dipengaruhi pola musiman dan siklus pengisian kembali stok distributor menjelang hari raya maupun periode liburan. Karena itu, perseroan optimistis kinerja dapat membaik pada semester II-2026, didukung peluncuran produk baru, efisiensi biaya, penguatan distribusi, dan ekspansi ekspor.

“Kami memahami fokus investor atas hasil semester pertama ini. Namun berdasarkan pengalaman tahun lalu serta inisiatif yang tengah kami jalankan, kami optimistis Perseroan dapat membukukan perbaikan kinerja yang berarti pada semester kedua tahun ini,” ujar Adhi.

Ke depan, perluasan pasar ekspor diharapkan dapat mendiversifikasi sumber pendapatan JELI sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar tertentu. Meski begitu, kontribusi ekspor perdana ke Haiti terhadap pendapatan perseroan belum dirinci.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News