Nissan-Datsun memperkuat basis produksi



PURWAKARTA. Raksasa otomotif asal Jepang, PT Nissan Motor Indonesia memperkuat basis produksi mobil di Indonesia. Salah satu upayanya, perusahaan ini membangun dan mulai mengoperasikan pusat suku cadang mobil seluas total 5 hektare di Purwakarta, Jawa Barat, kemarin.

Total nilai investasi pusat onderdil ini Rp 250 miliar. Perinciannya, dana pembangunan gudang onderdil seluas 12.300 m² menelan Rp 50 miliar. Adapun Rp 200 miliar untuk penyediaan spare part.

Steve Ardianto, Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia, menyatakan, ekspansi ini bertujuan melancarkan bisnis Nissan dan Datsun. Sebab, pusat onderdil ini ini tak hanya menjadi pusat penyimpanan onderdil, melainkan juga menopang basis produksi Nissan di Indonesia. Apalagi, pabrikan otomotif ini akan memperluas sarana produksi mobil termasuk meningkatkan riset di lokasi yang sama.


Strategi membangun gudang ini bertujuan agar Nissan  bisa memiliki stok onderdil yang cukup bagi produk yang jual di Indonesia. Maklum, kelangsungan dan kemudahan mendapatkan suku cadang menjadi perhatian konsumen saat memilih merek kendaraan. "Kami ingin Nissan–Datsun memperkuat layanan after sales," kata Steve, saat meresmikan pengoperasian gudang itu, Rabu (13/1).

Gudang baru ini mampu menampung suku cadang sebanyak 40.000 unit. Selain menjadi tempat penyimpanan, gudang itu akan menjadi titik awal distribusi suku cadang Nissan dan Datsun ke seluruh Indonesia dan mancanegara atau ekspor.  "Sekitar 40 kontainer suku cadang yang kami ekspor ke Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam per bulan," kata Putu Indrayudhi, Manager Spare Part Nissan Motor Distributor Indonesia di acara yang sama.

Putu menambahkan, Nissan Indonesia memasok pasar ekspor onderdil mobil Juke, Grand Livina, Serena dan juga Datsun. Jenis suku cadang yang diekspor tersebut antara lain body parts, aksesori, dan kabel instalasi.

Steve menyatakan, saat ini, kontribusi penjualan onderdil terhadap pendapatan Nissan Indonesia masih terbilang kecil, yakni sekitar 5% terhadap total nilai pendapatan. "Kira-kira nilai penjualannya setara Rp 50 miliar dari total revenue kami per bulan yang sekitar Rp 1 triliun," ungkap Steve.

Dus, Nissan berharap pendapatan dari bisnis onderdil  bisa naik seiring pengoperasian pusat suku suku cadang  itu. "Tapi tujuan utama kami memudahkan pembelian suku cadang," tambah Teddy Irawan, Vice President After Sales Nissan Motor Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendra Gunawan