MOMSMONEY.ID - Mengikuti ajang lomba lari tak melulu sebuah upaya untuk mendukung gaya hidup sehat saja. Melainkan bisa jadi momen untuk melakukan kegiatan sosial dengan seksama. Seperti yang dilakukan PT. Nobel Jaya Mandiri dalam kampanye sosial bertajuk Nobel Run: Berlari Bersama Teman Tuli, sebuah kegiatan charity run inklusif yang mengajak masyarakat untuk tidak hanya berolahraga tetapi juga berkontribusi nyata dalam memberikan akses alat bantu dengar bagi anak-anak dan komunitas teman tuli di Indonesia. PT. Nobel Jaya Mandiri menggarisbawahi pentingnya dukungan masyarakat terhadap para penyandang tuli yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap alat bantu dengar yang layak. Acara ini dihadiri berbagai pihak, termasuk media massa, komunitas tuli dan dengar, serta tiga narasumber utama, Roy Andre Simanungkalit selaku CI Business Development PT. Nobel Jaya Mandiri, Fahri Amirullah, Chief Marketing Officer Kitabisa Group, dan dr. Rangga Rayendra Saleh, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp. Oto. (K) selaku Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Di Indonesia, terdapat sekitar 18,9 juta penyandang disabilitas pendengaran, menurut data Kementerian Kesehatan. Sayangnya, sebagian besar dari mereka belum mendapatkan alat bantu dengar karena harganya yang tinggi dan distribusi yang terbatas.
NOBEL RUN Hadirkan Ajang Lari Bersama Teman Tuli
MOMSMONEY.ID - Mengikuti ajang lomba lari tak melulu sebuah upaya untuk mendukung gaya hidup sehat saja. Melainkan bisa jadi momen untuk melakukan kegiatan sosial dengan seksama. Seperti yang dilakukan PT. Nobel Jaya Mandiri dalam kampanye sosial bertajuk Nobel Run: Berlari Bersama Teman Tuli, sebuah kegiatan charity run inklusif yang mengajak masyarakat untuk tidak hanya berolahraga tetapi juga berkontribusi nyata dalam memberikan akses alat bantu dengar bagi anak-anak dan komunitas teman tuli di Indonesia. PT. Nobel Jaya Mandiri menggarisbawahi pentingnya dukungan masyarakat terhadap para penyandang tuli yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap alat bantu dengar yang layak. Acara ini dihadiri berbagai pihak, termasuk media massa, komunitas tuli dan dengar, serta tiga narasumber utama, Roy Andre Simanungkalit selaku CI Business Development PT. Nobel Jaya Mandiri, Fahri Amirullah, Chief Marketing Officer Kitabisa Group, dan dr. Rangga Rayendra Saleh, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp. Oto. (K) selaku Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Di Indonesia, terdapat sekitar 18,9 juta penyandang disabilitas pendengaran, menurut data Kementerian Kesehatan. Sayangnya, sebagian besar dari mereka belum mendapatkan alat bantu dengar karena harganya yang tinggi dan distribusi yang terbatas.
TAG: