KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Perusahaan teknologi asal China, Huawei Technologies Co kena dampak paling parah akibat berada di pusaran perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China. Dominasi Huawei di pasar peralatan telekomunikasi global selama dua dekade terakhir mulai terancam. Dua pesaingnya Nokia Oyj dan Ericsson AB baru-baru kian gencar merebut pasar jaringan nirkabel 5G. Para pengamat mengatakan, lebih banyak hal yang dapat terjadi ketika Huawei menghadapi larangan ekspor AS dan pembatasan lainnya. Terutama menyangkut kekhawatiran aksi spionase.
"Huawei, untuk masa mendatang menghadapi kecurigaan yang lebih luas. Nokia dan Ericsson berada pada posisi yang baik untuk mendapat manfaat atas kondisi ini," kata John Butler, seorang analis di Bloomberg Intelligence di New York.