KONTAN.CO.ID – HELSINKI. Produsen perangkat telekomunikasi asal Finlandia, Nokia (NOKIA.HE), mengumumkan rencana pergantian Ketua Dewan Direksi. Sari Baldauf, yang telah lama memimpin dewan, berencana mengundurkan diri. Perusahaan akan mengusulkan Timo Ihamuotila sebagai penggantinya. Pengumuman ini disampaikan setelah dorongan strategi di bidang kecerdasan buatan (
artificial intelligence/AI) membantu Nokia memenuhi ekspektasi laba kuartalan.
Meski demikian, saham Nokia sempat turun sekitar 6% pada awal perdagangan di Helsinki, menjadikannya salah satu saham dengan kinerja terburuk di indeks acuan Stoxx 600 Eropa.
Baca Juga: VodafoneThree Gandeng Ericsson dan Nokia Untuk Kontrak 5G £ 2 Miliar Sari Baldauf merupakan salah satu eksekutif dengan masa jabatan terpanjang di Nokia. Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Direksi sejak 2020 setelah kembali ke perusahaan pada 2018. Sebelumnya, Baldauf pernah berkarier di Nokia pada periode 1994 hingga 2005, masa ketika Nokia tumbuh menjadi pemimpin global di pasar ponsel. Adapun Timo Ihamuotila saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Direksi Nokia. Ia pernah menjadi Chief Financial Officer (CFO) Nokia pada 2009–2016. Ihamuotila dijadwalkan meninggalkan grup industri Swiss ABB pada akhir 2026. Laba Operasi Turun, Tapi Sesuai Ekspektasi Pada kuartal IV, laba operasi sebanding (comparable operating profit) Nokia turun 3% menjadi 1,05 miliar euro atau sekitar US$ 1,26 miliar. Angka ini masih sejalan dengan estimasi rata-rata analis yang dihimpun LSEG sebesar 1,01 miliar euro. Nokia tengah menjalankan salah satu program restrukturisasi terbesar sejak menjual bisnis ponsel legendarisnya lebih dari satu dekade lalu. Perusahaan kini bertaruh pada permintaan AI dan pusat data (data centre) untuk mengimbangi lemahnya belanja serta hilangnya sejumlah kontrak di segmen 5G. Tahun lalu, Nokia menunjuk mantan eksekutif Intel, Justin Hotard, sebagai CEO untuk mempercepat transisi tersebut. Namun, peringatan penurunan laba (profit warning) akibat tarif impor AS dan pelemahan dolar AS telah menekan margin perusahaan, sehingga mendorong kebutuhan pemangkasan biaya yang lebih dalam.
Baca Juga: Badan Konsumen Korsel: SK Telecom Wajib Bayar Ganti Rugi kepada 58 Korban Peretasan Penjualan bersih (net sales) kuartal IV Nokia mencapai 6,12 miliar euro, juga sesuai dengan proyeksi analis. Optical Networks Jadi Motor Pertumbuhan Unit Optical Networks mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 17%. Kinerja ini didorong oleh kuatnya penerimaan pesanan (order intake) dan rasio book-to-bill yang tetap di atas satu, seiring meningkatnya permintaan dari sektor AI dan komputasi awan (cloud). Nokia menilai unit ini krusial dalam mendukung skala infrastruktur AI global, dengan investasi yang disiapkan untuk menopang kinerja jangka panjang.
Untuk tahun 2026, Nokia memperkirakan laba operasi sebanding berada di kisaran 2 miliar hingga 2,5 miliar euro. Analis Jefferies menilai proyeksi tersebut “agak konservatif” dalam catatan risetnya. Di sisi kebijakan pemegang saham, Nokia menyatakan akan mempertahankan dividen pada level yang sama seperti tahun sebelumnya, yakni hingga 14 sen euro per saham.