Nominasi Ketua The Fed Baru Terancam Tersendat, Trump Dorong Kevin Warsh



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintahan Donald Trump secara resmi mengajukan nama Kevin Warsh sebagai calon ketua Federal Reserve berikutnya, menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir dalam dua bulan mendatang.

Nominasi Warsh yang pertama kali diumumkan pada 30 Januari itu telah diserahkan ke Senat pada Rabu (5/3). Selanjutnya, proses konfirmasi akan dibahas oleh United States Senate Banking Committee.

Mengutip Reuters (5/2), jalan Warsh menuju kursi pimpinan bank sentral Amerika Serikat berpotensi tidak mulus. Senator Partai Republik dari North Carolina Thom Tillis menyatakan akan menolak konfirmasi tersebut hingga penyelidikan pidana terhadap Powell rampung.


Powell sebelumnya mengungkapkan bahwa United States Department of Justice telah mengirimkan subpoena kepada The Fed terkait kesaksiannya di Senat pada Juni lalu mengenai proyek renovasi gedung bank sentral senilai US$ 2,5 miliar.

Tillis menyebut Komite Perbankan Senat tetap bisa menggelar sidang untuk membahas nominasi Warsh. Namun ia menegaskan akan memberikan suara untuk memblokirnya. Jika seluruh senator Demokrat di komite juga menolak, maka pencalonan Warsh tidak akan lolos ke pemungutan suara di pleno Senat.

Baca Juga: Harta Kekayaan Kevin Warsh: Calon Ketua The Fed Pilihan Trump

Di luar dinamika politik, pandangan kebijakan Warsh juga menjadi sorotan. Mantan pejabat The Fed itu dalam beberapa tahun terakhir dikenal sebagai pengkritik keras kebijakan suku bunga rendah bank sentral setelah pandemi.

Menurut Warsh, kebijakan moneter longgar tersebut turut memicu lonjakan inflasi terbesar di Amerika Serikat dalam empat dekade pada periode 2021–2022.

Meski demikian, dalam beberapa kesempatan terbaru Warsh justru menggemakan dorongan Trump agar suku bunga diturunkan. Ia menilai peningkatan produktivitas dari perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi tanpa memicu inflasi, sehingga membuka ruang bagi penurunan biaya pinjaman.

Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan sikap banyak pejabat di The Fed yang menilai dampak AI terhadap inflasi dan produktivitas masih terlalu dini untuk dijadikan dasar pelonggaran kebijakan moneter.

Baca Juga: Donald Trump Menunjuk Kevin Warsh sebagai Calon Ketua Federal Reserve Selanjutnya

TAG: