Norwegia Sita Kapal Rusia untuk Tagih Kompensasi US$ 4,22 Miliar



KONTAN.CO.ID - OSLO. Norwegia menyita sebuah kapal milik Rusia di wilayah Arktik untuk mengeksekusi putusan arbitrase internasional yang mewajibkan Rusia membayar kompensasi sebesar US$ 4,22 miliar kepada perusahaan energi Ukraina, Naftogaz.

Kapal bernama Professor Molchanov tersebut disita di lepas pantai kepulauan Svalbard, setelah sempat berhadapan selama 24 jam dengan penjaga pantai Norwegia.

Penyitaan dilakukan berdasarkan perintah pengadilan Norwegia, demikian keterangan firma hukum Covington yang mewakili Naftogaz.


Putusan tersebut berkaitan dengan aset Naftogaz di Crimea yang diambil alih Rusia setelah aneksasi wilayah tersebut pada 2014. Naftogaz telah menempuh jalur hukum sejak 2016 untuk mendapatkan ganti rugi atas pengambilalihan aset tersebut.

Baca Juga: Drone Ukraina Gempur 7 Kapal Rusia dalam Semalam, Targetkan Armada di Laut Hitam

Pada April 2023, tribunal arbitrase di Den Haag memerintahkan Rusia membayar US$ 4,22 miliar kepada Naftogaz, ditambah bunga dan biaya hukum. Namun, hingga kini Rusia belum memenuhi putusan tersebut.

"Rusia tidak dapat menghindari tanggung jawab hanya dengan menolak mematuhi putusan arbitrase internasional," kata Pelaksana Tugas CEO Naftogaz Sergii Fedorenko. 

Covington menyebut pihaknya telah melacak Professor Molchanov, kapal milik Rusia yang digunakan untuk pelayaran komersial, selama beberapa bulan.

Kapal tersebut diketahui menuju Barentsburg, permukiman pertambangan Rusia di Svalbard.

Mengetahui kapal akan memasuki wilayah Svalbard, pengacara Naftogaz mengajukan permohonan kepada pengadilan Norwegia agar kapal tersebut ditahan dan dapat dijual secara paksa untuk memenuhi kewajiban Rusia.

Baca Juga: 25 Kapal Rusia yang Dikenai Sanksi Lolos Lewati Perairan Inggris, Putin Untung Besar

Pengadilan Distrik Nord-Troms dan Senja menyetujui permohonan tersebut pada Senin. Dalam putusannya, pengadilan meminta Gubernur Svalbard mengeksekusi perintah penyitaan, mengawasi kapal dan memastikan kapal tidak dipindahkan.

Kantor Gubernur Svalbard kemudian mengonfirmasi bahwa Professor Molchanov telah disita dan akan tetap ditahan di wilayah tersebut.

Langkah Norwegia ini menjadi bagian dari upaya Naftogaz mengejar aset Rusia di berbagai negara. Perusahaan tersebut juga melakukan langkah hukum di Amerika Serikat, Prancis, Inggris dan Finlandia, tempat sejumlah aset Rusia telah dibekukan.

Sementara itu, Rusia mengecam penyitaan tersebut. Kantor berita negara Rusia, TASS, mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia yang menyebut tindakan Norwegia sebagai pembajakan.

Rusia juga tengah mengajukan banding dalam proses hukum tersebut dengan alasan tidak menerima pemberitahuan sebelumnya.

Baca Juga: Prancis Sita Kapal Tanker Tagor Milik Rusia, Begini Reaksi Moskow

Naftogaz menegaskan akan terus memburu aset Rusia di berbagai negara hingga kewajiban kompensasi kepada perusahaan tersebut dan sejumlah entitas dalam Naftogaz Group dibayarkan.