Notulensi rapat the Fed beri sinyal potensi kenaikan suku bunga, rupiah melemah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku pasar kembali memproyeksikan The Fed berpotensi menaikkan suku bunga acuan di tahun ini. Rupiah tercatat melemah terhadap dollar AS, Kamis (21/2).

Mengutip Bloomberg di pasar spot, rupiah melemah 0,19% ke Rp 14.071 per dollar AS dari sehari sebelumnya di Rp 14.044 per dollar AS. Sementara, pada kurs tengah Bank Indonesia, rupiah hanya melemah 0,01% ke Rp 14.057 per dollar AS.

Analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi mengatakan pelemahan rupiah hari ini disebabkan oleh sentimen eksternal, yaitu hasil notulensi rapat The Fed pada Rabu (20/2) dini hari.


Notulensi rapat memberi sinyal bahwa perekonomian AS diproyeksikan akan tumbuh dan tingkat suku bunga pelaku pasar ekspektasikan masih bisa naik di tahun ini.

"The Fed mengatakan masih akan berhati-hati tetapi pelaku pasar menyoroti sikap optimistis The Fed yang mengatakan perekonomian AS masih bisa bertumbuh," kata Dini, Kamis (21/2).

Dalam sepekan ke depan pergerakan nilai tukar rupiah akan tergantung dari beberapa rilis data ekonomi AS. Pukul 20.30 waktu AS hari ini AS akan merilis data core durable goods untuk periode Februari.

"Pelaku pasar masih mengantisipasi rilis data ekonomi AS untuk membuktikan apakah perekonomian AS memang stabil atau tumbuh atau melambat," kata Dini.

Pada perdagangan, Jumat (22/2), Dini memproyeksikan pergerakan rupiah terhadap dollar AS cenderung sideways atau berkonsolidasi di rentang Rp 14.010 per dollar AS-Rp 14.130 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi