November 2009, Lion Air Mulai Terbang ke Jeddah



JAKARTA. Izin mendarat dari Pemerintah Arab Saudi yang diajukan Lion Air untuk membuka jalur penerbangan ke Jeddah, terbit lebih cepat dari yang diperkirakan. Dengan demikian, Lion Air bisa menerbangkan pesawatnya ke negeri kaya minyak tersebut mulai 7 November 2009.Penegasan tersebut disampaikan Direktur Umum Lion Air Edward Sirait. "Landing permit dari Pemerintah Arab Saudi sudah diterbitkan minggu lalu. Kita diberikan jatah sebanyak tujuh kali per minggu," kata Edward, Jum'at (16/10).Namun menurutnya, sampai akhir tahun ini, Lion hanya akan menjadwalkan penerbangan dua kali dalam seminggu ke Jeddah setiap hari Rabu dan Sabtu. Sembari membangun pasar dan menyiapkan armada tambahan jika tahun depan memutuskan untuk membuat penerbangan harian."Untuk tahap awal ini akan kita mulai 7 November 2009. Kita siapkan dua pesawat Boeing 747-400. Saat ini reservasi sudah separuh seat yang dibooking. Kita berharap minggu depan sudah bisa penuh. Nanti kalau jadi harian, kita pikirkan untuk menambah armada," katanya.Dua pesawat Boeing dengan nomor registrasi PK-LHF dan PK - LHG tersebut masing-masing berkapasitas 506 penumpang. Dimana 22 tempat duduk disediakan untuk penumpang bisnis dan 484 untuk kelas ekonomi.Pesawat tersebut berangkat dari Jakarta dengan nomor penerbangan JT 110 pukul 07.30 WIB dan tiba di Jeddah pukul 13.00 waktu setempat dengan lama penerbangan 9 jam 30 menit. Sementara dari Jeddah dengan nomor penerbangan JT 111, berangkat pukul 14.45 waktu setempat dan tiba di Jakarta 04.15 WIB.Menurut Edward dengan mematok tarif sekitar US$ 1.500 untuk tiket pulang pergi, Lion menyasar tiga kelompok penumpang. Yaitu pebisnis, jama'ah umroh dan tenaga kerja Indonesia. Jama'ah umroh menurutnya dapat mengisi 80% kapasitas penumpang setiap kali penerbangan."Pesaing kita saat ini hanya Saudi Airlines dan Garuda Indonesia. Sementara analisis karakter yang kami lakukan dari tiga kelompok penumpang itu tersebar dari banyak daerah. Jadi yang mau kita jual adalah Lion melayani penerbangan dari daerah mereka masing-masing dengan menyediakan feeder dari dan ke Jakarta. Karena keberangkatan ke Jeddah tetap dari Jakarta," kata Edward berpromosi.Lion menyediakan penerbangan feeder atau pendukung dari 11 kota. Yaitu, Balikpapan, Banjarmasin, Jogjakarta, Makassar, Padang, Palembang, Palu, Pontianak, Semarang, Solo dan Surabaya. Namun tarifnya diluar biaya penerbangan ke Jeddah.Lion menyediakan kru penerbangan ke Jeddah sebanyak 20 set kru di kokpit serta 8 set pramugari. Dimana satu set kokpit terdiri dari dua orang awak dan satu set pramugari terdiri dari 12 orang awak."Pertumbuhan penumpang ke Arab Saudi diatas 10% per tahun dan rata-rata yang pergi kesana pasti akan kembali lagi. Sehingga ini peluang yang menarik bagi kami," kata Edward.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News