JAKARTA. Bali meraup devisa sebesar US$ 7,92 juta dari ekspor berbagai jenis perhiasan (permata) selama bulan Oktober 2015, meningkat 37,55% dibanding bulan September 2015 yang tercatat US$ 5,76 juta. "Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya bertambah 23,58% karena Oktober 2014 hanya mengantongi US$ 6,41 juta," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panasunan Siregar di Denpasar, Rabu (16/12). Ia mengatakan, hasil kerajinan perhiasan itu mampu memberikan andil sebesar 16,30% dari total perolehan ekspor non migas Bali pada bulan Oktober 2015 mencapai US$ 48,64 juta, meningkat 21,49% dibanding bulan sebelumnya yang hanya US$ 40,03 juta.
November, ekspor perhiasan Bali US$ 7,92 juta
JAKARTA. Bali meraup devisa sebesar US$ 7,92 juta dari ekspor berbagai jenis perhiasan (permata) selama bulan Oktober 2015, meningkat 37,55% dibanding bulan September 2015 yang tercatat US$ 5,76 juta. "Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya bertambah 23,58% karena Oktober 2014 hanya mengantongi US$ 6,41 juta," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panasunan Siregar di Denpasar, Rabu (16/12). Ia mengatakan, hasil kerajinan perhiasan itu mampu memberikan andil sebesar 16,30% dari total perolehan ekspor non migas Bali pada bulan Oktober 2015 mencapai US$ 48,64 juta, meningkat 21,49% dibanding bulan sebelumnya yang hanya US$ 40,03 juta.