Novo Dorong Kolaborasi Memperkuat Keamanan Obat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Novo Indonesia mendorong kolaborasi seluruh pihak untuk mengurangi risiko dalam pengobatan melalui momentum Hari Keselamatan Pasien Sedunia. Perusahaan juga menegaskan komitmennya menjaga kualitas dan keamanan obat untuk mendukung keselamatan pasien, terutama penderita diabetes dan obesitas. 

Novo memandang bahwa keselamatan pasien membutuhkan peran bersama dari industri, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Upaya tersebut mencakup memastikan kualitas dan keaslian obat, memperoleh obat melalui jalur resmi, serta melaporkan dugaan efek samping untuk mendukung pemantauan keamanan obat secara berkelanjutan.

Associate Director Medical & Regulatory Novo Indonesia, Riyanny Meisha Tarlinan, mengatakan upaya itu  dilakukan melalui penerapan standar kualitas, verifikasi keaslian produk, deteksi produk ilegal, serta pemantauan keamanan obat melalui Pharmacovigilance 


“Melalui kolaborasi dan peran aktif setiap pihak, kita dapat bersama-sama mendukung perjalanan pengobatan yang lebih aman bagi pasien,” ujar Riyanny dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga: Novo Nordisk Manfaatkan AI untuk Riset dan Pengembangan Obat

Ia bilang, masyarakat turut berperan dengan membeli obat resep melalui jalur resmi, memastikan legalitas produk, dan menggunakannya sesuai resep tenaga kesehatan. Pemahaman terhadap produk ilegal juga penting untuk menjaga keamanan pengobatan.

Menurut World Health Organization (WHO), produk medis substandard dan falsified dapat mengandung bahan berbahaya atau memiliki dosis yang tidak tepat, sehingga efikasi, keamanan, dan kualitasnya tidak terjamin. Kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan pengobatan, memperburuk kondisi kesehatan, bahkan berisiko menyebabkan kematian.

Membeli obat melalui jalur yang tidak resmi dapat membawa risiko bagi pasien karena keaslian, keamanan, dan kualitas produk tidak dapat dipastikan. Oleh karena itu, harus dipastikan obat yang didapat melalui jalur resmi, termasuk apotek, klinik, telehealth, maupun rumah sakit yang berizin, serta memeriksa nomor izin edar melalui website Cek BPOM untuk memastikan keabsahan produk.

Direktur Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor BPOM Nova Emelda mengatakan keselamatan pasien merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari memastikan ketertelusuran dan keamanan obat hingga pemantauan efek samping setelah produk beredar. “Karena itu, masyarakat, tenaga medis, dan tenaga kesehatan didorong aktif melaporkan kejadian tidak diinginkan atau dugaan efek samping obat,” kata Nova.

Baca Juga: Kimia Farma (KAEF) Genjot Produk Obat Kronis & Suplemen untuk Dukung Pertumbuhan 2026

Riyanny bilang, Novo Indonesia saat ini menerapkan sistem serialisasi yang memungkinkan produk dipindai melalui aplikasi BPOM Mobile untuk memverifikasi nomor izin edar (NIE), nomor bets, dan tanggal kedaluwarsa. 

Setelah produk beredar, Novo juga bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk mendeteksi produk ilegal di platform daring serta meningkatkan edukasi mengenai akses pengobatan yang aman.

Melalui tim pharmacovigilance, Novo memantau keamanan produk dan menindaklanjuti laporan dugaan efek samping sesuai ketentuan BPOM. Pasien yang mengalami kejadian tidak diinginkan setelah menggunakan obat diimbau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan melaporkannya agar dapat mendukung pemantauan keamanan produk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News