Novo Nordisk Manfaatkan AI untuk Riset dan Pengembangan Obat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan farmasi Novo Nordisk memperkuat pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses penemuan dan pengembangan obat. Langkah ini dilakukan melalui kemitraan strategis dengan Amazon Web Services (AWS).

Dalam kerja sama tersebut, Novo Nordisk menetapkan AWS sebagai penyedia cloud pilihan sekaligus mitra strategis AI untuk memodernisasi infrastruktur teknologi dan meningkatkan produktivitas dalam proses penelitian dan pengembangan obat.

Kedua perusahaan juga membentuk hub co-innovation AI di London. Fasilitas ini mempertemukan engineer AWS, spesialis AI, ilmuwan terapan, dan tim penelitian serta pengembangan Novo Nordisk untuk mengolah data dan menghasilkan wawasan yang dapat mendukung proses penemuan obat.


Baca Juga: Paper Chain Expo 2026 Siap Digelar, Teknologi dan Serat Alternatif Jadi Sorotan

Presiden dan CEO Novo Nordisk Mike Doustdar mengatakan kolaborasi tersebut ditujukan untuk menjadikan AI sebagai salah satu penggerak inovasi perusahaan, khususnya dalam mengembangkan terapi bagi penyakit kronis.

"Menjalin kemitraan dengan AWS merupakan langkah untuk menjadikan AI sebagai penggerak inovasi di Novo Nordisk," ujar Mike dalam keterangan resmi, Jumat (21/8).

Menurutnya, penggabungan keahlian Novo Nordisk di bidang terapi penyakit kronis dengan teknologi cloud dan AI AWS diharapkan dapat mempercepat proses mulai dari identifikasi target terapeutik hingga pemberian dosis pertama kepada manusia.

Kolaborasi ini juga memperluas pemanfaatan teknologi AI dalam berbagai tahapan penelitian. Novo Nordisk akan menggunakan layanan seperti Amazon Bio Discovery dan Amazon Bedrock untuk membantu mengidentifikasi target terapeutik dan merancang terapi baru.

Teknologi tersebut juga akan digunakan untuk menghubungkan data genomik, pencitraan, dan data klinis. Integrasi data ini diharapkan dapat membantu peneliti dalam tahap awal pengembangan obat sekaligus mendukung perancangan uji klinis.

Selain untuk penelitian, Novo Nordisk akan memanfaatkan Amazon Bedrock AgentCore untuk meningkatkan efisiensi operasional melalui penggunaan agen AI.

Novo Nordisk menyebut kerja sama dengan AWS sebelumnya telah menghasilkan sejumlah manfaat terukur. Salah satunya adalah pemangkasan waktu yang dibutuhkan untuk dokumentasi klinis serta peningkatan produktivitas lebih dari 25.000 karyawan.

CEO AWS Matt Garman mengatakan pemanfaatan AI dalam kolaborasi ini diarahkan untuk mempercepat proses pengembangan obat hingga dapat menjangkau pasien.

"Novo Nordisk telah memilih AWS sebagai mitra strategis AI untuk mengubah secara fundamental bagaimana obat ditemukan dan dikembangkan," ujar Matt.

Selain Novo Nordisk dan AWS, perusahaan juga berkolaborasi dengan sejumlah unit bisnis Amazon yang bergerak di sektor kesehatan, termasuk Amazon Pharmacy, Amazon Ads, dan Amazon One Medical.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung proses pemasaran hingga distribusi terapi baru kepada pasien, sehingga pemanfaatan teknologi tidak hanya berfokus pada tahap penemuan obat, tetapi juga pada bagaimana terapi dapat dihadirkan kepada masyarakat.

Baca Juga: Bali Jadi Tuan Rumah Keamanan Siber Internasional C2C-CTF 2026, Berhadiah US$ 4.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News