KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Budaya kerja inklusif menjadi salah satu kunci bagi perusahaan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Karena itu, perusahaan perlu menghadirkan berbagai program pengembangan yang memberi kesempatan karyawan untuk meningkatkan kompetensi dan mengembangkan karier. Melalui pelatihan, pengembangan kepemimpinan, serta kesempatan terlibat dalam berbagai proyek, karyawan dapat terus bertumbuh sekaligus memberikan kontribusi terhadap pencapaian misi perusahaan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun talenta yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan bisnis. Novo Nordisk Indonesia menyadari hal tersebut. Perusahaan membangun budaya kerja yang mendorong karyawan untuk berkembang, berkolaborasi, dan berkontribusi melalui pekerjaan yang bermakna.
Perubahan dunia kerja mendorong perusahaan tidak hanya menawarkan karier, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran, kebermaknaan, dan keseimbangan hidup karyawan. Komitmen tersebut membawa Novo Nordisk Indonesia meraih predikat B
est Place to Work selama lima tahun berturut-turut pada 2021–2025. Perusahaan juga memperoleh
Best Place to Work for Women pada 2025, setelah sebelumnya meraih penghargaan serupa pada 2021.
Baca Juga: Novo Nordisk Manfaatkan AI untuk Riset dan Pengembangan Obat Penghargaan ini dinilai sejalan dengan tren kebutuhan tenaga kerja, khususnya generasi muda. Deloitte Global Gen Z & Millennial Survey 2025 menunjukkan aspek
money, meaning, dan
well-being semakin menjadi pertimbangan dalam membangun karier. Hampir sembilan dari 10 responden Gen Z dan milenial menilai pekerjaan yang memiliki
purpose penting bagi kepuasan dan kesejahteraan. Novo Nordisk Indonesia mengarahkan berbagai fungsi dan keahlian karyawan pada satu misi, yakni membantu masyarakat Indonesia yang hidup dengan obesitas dan diabetes mendapatkan perawatan yang lebih baik.
People & Organisation Associate Director Novo Nordisk Indonesia Adhika Widya Sena mengatakan, setiap karyawan memiliki peran dalam menjalankan misi tersebut sekaligus mengembangkan potensi diri. “Sebagai perusahaan healthcare yang berfokus pada obesitas dan diabetes, pekerjaan setiap karyawan Novo Nordisk terhubung dengan misi besar untuk membantu jutaan masyarakat Indonesia yang hidup dengan obesitas dan diabetes, sekaligus berkembang dan mencapai potensi terbaiknya,” ujar Adhika.
Baca Juga: Novo Nordisk Gandeng OpenAI Percepat Pemanfaatan AI di Sektor Kesehatan Misi tersebut diwujudkan melalui sejumlah inisiatif, antara lain menghadirkan terapi GLP-1 di Indonesia, kampanye Harapan yang Meringankan, dan portal NovoCare.id. Novo Nordisk Indonesia juga berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui program UNICEF,
Affordability Project, Changing Diabetes in Children (CDiC), dan
Cities for Better Health. Dari sisi budaya kerja, perusahaan menerapkan The Novo Nordisk Way yang menekankan keterbukaan, pemberdayaan, dan rasa memiliki. Melalui All-In Ambassador, karyawan dapat menyampaikan masukan dan berdialog langsung dengan pimpinan. Perusahaan juga menyediakan berbagai kebijakan untuk mendukung karyawan di setiap fase kehidupan, termasuk
maternity leave, paternity leave, dan
caregiver leave. Komitmen terhadap inklusivitas tercermin dari proporsi perempuan yang mencapai 56% dalam Management Team dan 57% pada jalur karier tingkat manajer per September 2026. Untuk mendukung pengembangan karier, Novo Nordisk Indonesia menyediakan global mobility assignment, pengalaman lintas fungsi, serta program pengembangan kapabilitas. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News