Novo Nordisk Rebranding Jadi Novo, Perkuat Strategi Bisnis dan Daya Saing



KONTAN.CO.ID - Novo Nordisk memulai babak baru dalam strategi bisnisnya melalui pembaruan identitas merek dan budaya perusahaan.

Perusahaan farmasi asal Denmark ini memperkenalkan slogan baru “Lasting Health Starts Now” serta menggunakan “Novo” sebagai nama yang lebih umum digunakan sehari-hari.

Selain rebranding, Novo Nordisk juga memperkenalkan budaya perusahaan baru yang disebut “The Novo Way”.


Pembaruan tersebut diarahkan untuk mendorong perusahaan bekerja lebih fokus, cepat, dan memberikan dampak yang lebih besar di tengah perubahan kebutuhan layanan kesehatan.

Baca Juga: Uni Eropa Salurkan €3,3 Miliar kepada Ukraina untuk Pengadaan Rudal dan Drone

Presiden dan CEO Novo Mike Doustdar mengatakan, kebutuhan kesehatan yang belum terpenuhi masih besar, sementara ekspektasi masyarakat terhadap layanan dan solusi kesehatan terus berubah.

“Individu dan komunitas selalu menjadi fokus utama dalam pengembangan sains di Novo. Kami telah mendorong transformasi di berbagai bidang kesehatan, seperti obesitas dan diabetes, dengan menghadirkan inovasi bagi kehidupan jutaan orang,” ujar Doustdar dalam keterangan resminya Jumat (18/9/2026).

Menurut dia, layanan kesehatan perlu semakin responsif, relevan, dan mudah terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari.

Karena itu, identitas merek dan budaya perusahaan dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung cara Novo beroperasi dan bersaing.

Meski melakukan perubahan identitas dan budaya, Doustdar menegaskan misi perusahaan tetap sama, yakni menghadirkan perubahan dalam kehidupan masyarakat dan membantu lebih banyak orang mencapai kesehatan yang berkelanjutan.

Baca Juga: BOJ Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi 31 Tahun, Buka Peluang Kenaikan Berikutnya

Dalam rebranding tersebut, “Lasting Health Starts Now” menjadi pesan utama Novo. Konsep ini menekankan bahwa kesehatan berkelanjutan dimulai dari langkah yang dilakukan saat ini, dengan kemajuan yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk penggunaan sehari-hari, Novo akan menjadi nama perusahaan yang digunakan secara global. Namun, Novo Nordisk A/S tetap menjadi nama resmi perusahaan.

Identitas visual perusahaan juga diperbarui, termasuk logo banteng Apis yang memiliki akar sejarah panjang di Novo Nordisk.

Perusahaan menyebut pembaruan tersebut dirancang untuk memberikan tampilan yang lebih modern sekaligus mempertahankan elemen yang menghubungkan Novo dengan sejarahnya.

Rebranding ini juga menjadi bagian dari upaya Novo untuk mendekatkan inovasi sains dengan kehidupan sehari-hari serta memperkuat hubungan dengan masyarakat, mitra, dan pemangku kepentingan.

Baca Juga: Polandia Ungkap Lokasi Pangkalan Militer Permanen AS di Wilayah Barat

Empat Prinsip Baru

Bersamaan dengan rebranding, Novo memperkenalkan The Novo Way sebagai landasan baru budaya perusahaan.

Prinsip ini dibangun di atas sejumlah kekuatan yang telah membentuk perusahaan selama lebih dari satu abad, termasuk inovasi berbasis sains, keahlian, kepedulian terhadap masyarakat, serta komitmen terhadap keselamatan pasien.

The Novo Way mencakup empat prinsip utama. Pertama, Customer Obsession, yakni menempatkan konsumen dan pasien sebagai pusat pengembangan inovasi.

Kedua, Competitiveness, yang menekankan peningkatan kinerja untuk menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan.

Ketiga, Clarity, dengan mendorong prioritas yang lebih jelas, cara kerja yang sederhana, serta pengambilan keputusan dan tindakan yang lebih cepat.

Keempat, Care & Integrity, yang menekankan kepedulian terhadap karyawan, penghormatan terhadap sesama, serta komitmen terhadap keselamatan pasien dan etika.

Baca Juga: Pangeran Harry Kembali Tampil di Publik Inggris, Sebut Senang Kembali ke Tanah Air

Executive Vice President People, Organisation & Corporate Affairs Novo Tania Sabroe mengatakan, identitas merek dan budaya perusahaan memiliki fungsi yang saling melengkapi.

“Budaya membentuk cara kami menjalankan strategi dan bekerja, sementara identitas brand membentuk nilai yang dirasakan masyarakat terhadap produk dan layanan kami, serta bagaimana perusahaan kami dipandang di seluruh dunia,” ujar Sabroe.

Menurut dia, pembaruan budaya perusahaan diharapkan mendukung Novo bergerak lebih fokus dan cepat.

Sementara itu, rebranding diarahkan untuk memperkuat relevansi perusahaan dalam berbagai aktivitas, mulai dari obat-obatan, kemitraan, pemasaran hingga hubungan dengan pemangku kepentingan.

Novo akan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pembaruan strategi perusahaan dalam Capital Markets Day yang akan digelar di London pada 21 September.