KONTAN.CO.ID - LONDON. Obat penurun berat badan dalam bentuk pil berpotensi menguasai hingga separuh pasar obat obesitas global pada tahun 2030, demikian disampaikan CEO Novo Nordisk kepada Reuters pada hari Selasa (22/9), seiring langkah perusahaan farmasi asal Denmark tersebut untuk beralih dari metode suntikan mingguan. CEO Mike Doustdar mengatakan Novo sedang bersiap menghadapi pasar di mana obat berbentuk pil memainkan peran jauh lebih besar. Perusahaan saat ini sedang mengembangkan lima jenis pengobatan oral, setelah sebelumnya berhasil mendahului pesaingnya, Eli Lilly, dalam meluncurkan pil obesitas pertama awal tahun ini.
Baca Juga: Pidato di PBB, Trump Ancam Musnahkan Iran Jika Tak Capai Kesepakatan Berbicara usai acara *Capital Markets Day* Novo di London, Doustdar menyebutkan bahwa para pesaing masih sangat berfokus pada obat suntik yang mendominasi pasar saat ini—sebuah dinamika yang menurutnya dapat menguntungkan Novo dalam jangka panjang. "Bagaimana jika pada tahun 2030 pasar terbagi 50:50 (antara pil dan suntikan)?" ujarnya, seraya mencatat bahwa lini pengembangan produk pesaing mencakup delapan jenis obat suntik berbanding dua jenis pil. "Kami mempersiapkan diri untuk segala skenario, termasuk kemungkinan tersebut." tambahnya.
Perubahan nasib
Jika terealisasi, pembagian pasar tersebut akan melampaui perkiraan Wall Street, yang memprediksi pengobatan oral akan mencakup sekitar 14% hingga 40% dari pasar obesitas—yang diproyeksikan bernilai antara US$100 miliar hingga US$150 miliar pada tahun 2030. Nasib Novo telah berubah drastis sejak peluncuran obat penurun berat badan Wegovy pada tahun 2021, yang sempat menjadikannya perusahaan terbuka paling bernilai di Eropa. Namun, harga sahamnya telah anjlok lebih dari 70% dari puncaknya setelah Lilly berhasil merebut pangsa pasarnya. Perusahaan kini menemukan secercah harapan melalui pil Wegovy. Berdasarkan presentasi perusahaan pada hari Senin, terapi oral kini mencakup sekitar sepertiga dari resep obat obesitas di AS pasca-peluncuran pil tersebut, dengan Novo menguasai lebih dari 80% resep oral baru.
Pil tersebut mencatatkan penjualan hampir 5,5 miliar krona Denmark (US$843 juta) pada semester pertama. Lini pengembangan obat obesitas oral Novo mencakup tablet kerja ganda generasi terbaru *zenagamtide*, analog amilin oral, dan obat molekul kecil. Doustdar menambahkan bahwa Wegovy versi oral terlindungi dari persaingan obat generik hingga akhir tahun 2030-an berkat paten yang mencakup teknologi penghantaran SNAC miliknya. Hal ini menjawab kekhawatiran investor mengenai risiko penurunan tajam pendapatan akibat berakhirnya masa paten saat bahan aktif semaglutide kehilangan hak eksklusivitasnya pada awal tahun 2030-an.
Baca Juga: Uni Eropa Perpanjang Sanksi Rusia, 2 Konglomerat Dicoret dari Daftar