NPF BCA Syariah Naik Tipis Jadi 1,84%, Perseroan Beberkan Sentimennya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank BCA Syariah mencatat kenaikan tipis rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing / NPF) gross pada Juni 2026 menjadi 1,84% dari 1,75% pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur BCA Syariah, Ina Widjaja mengatakan, kenaikan tersebut seiring dengan pertumbuhan pembiayaan yang disalurkan BCA Syariah.

"Betul NPF gross kami di Juni secara year on year memang sedikit naik dari 1,75% menjadi 1,84% seiring dengan pertambahan pembiayaan yang kami salurkan. Namun, kenaikan tersebut masih bisa kami kontrol karena masih berada di bawah target yang kami inginkan," ujar Ina saat paparan kinerja perseroan, Selasa (11/8/2026).


Baca Juga: Aset Tembus Rp 19,9 Triliun, BCA Syariah Luncurkan Identitas Baru

Menurut Ina, tantangan terbesar berasal dari kondisi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masih menghadapi tekanan di tengah kondisi ekonomi tahun ini. Kondisi tersebut turut memengaruhi kualitas pembiayaan di segmen tersebut.

"Kami tahu bersama bahwa tahun ini dunia usaha, khususnya UMKM, memang menghadapi tantangan tersendiri. Hal itu juga dirasakan oleh nasabah-nasabah kami di segmen UMKM," katanya.

Meski demikian, BCA Syariah optimistis mampu menjaga kualitas pembiayaan hingga akhir tahun. Perseroan menargetkan rasio NPF gross tetap berada di bawah level 2% sesuai target dalam Rencana Bisnis Bank (RBB).

Baca Juga: Laba BCA Syariah Tumbuh 13,82% hingga Mei 2026, Ditopang Digitalisasi

Untuk mencapai target tersebut, BCA Syariah akan terus memperkuat pengelolaan risiko serta melakukan pendampingan kepada nasabah agar mampu menghadapi tantangan ekonomi, terutama pada semester II-2026.

"Kami akan tetap menjaga agar NPF sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam RBB. Sebagai bank syariah, kami akan melakukan berbagai upaya agar nasabah dapat menghadapi berbagai tantangan ekonomi pada semester kedua ini, sehingga kami bisa menjaga NPF tetap di bawah 2%," tutur Ina.

Perseroan menilai langkah tersebut penting untuk menjaga kualitas aset sekaligus memastikan pertumbuhan pembiayaan tetap berlangsung secara sehat dan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi yang masih membayangi sektor UMKM.

Baca Juga: Tabungan Haji BCA Syariah Tumbuh Positif, Didorong Layanan Digital

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News