NPF CIMB Niaga Auto Finance Makin Mengecil, Per Mei 2023 Tercatat 1,46%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembiayaan macet atau non performing finansing PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) makin menyusut.

Per Mei 2023, NPF CNAF tercatat sebesar 1,46%, berkurang dari bulan sebelumnya yang tercatat 1,53%,

“Angka tersebut melanjutkan tren perbaikan NPF CNAF selama 3 bulan terakhir. NPF pada Maret 2023 sebesar 1,61% dan April sebesar 1,53%,” ujar Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance, Ristiawan Suherman kepada Kontan.co.id, Rabu (7/6).


Penurunan NPF ini selaras dengan strategi yang diterapkan CNAF.  Yakni antara lain mengingatkan debitur lebih awal terkait pembayaran angsuran melalui fasilitas media sosial WhatssApp (WA) dan telepon.

“Juga kita baru mengembangkan teknologi telepone mempergunakan suara Robot,” jelasnya.

Baca Juga: OJK Catat Penyaluran Piutang Pembiayaan Multifinance Capai Rp 186 T per Maret 2023

Perbaikan nilai NPF ini juga seiring dengan penarikan kendaraan bermotor yang dilakukan CNAF. Pada Mei 2023, penarikan unit kendaraan bermotor CNAF naik 72,3%.

“Jumlah unit penarikan kendaraan sampai dengan bulan Mei 2023 (year to date) sebanyak 629 unit (Rp 119,3 miliar) dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu 240 unit (Rp 43,8 miliar),” tutur Ristiawan.

Untuk menjaga NPF, CNAF menjalankan beragam strategi seperti memutakhirkan mesin scoring untuk lebih memastikan kualitas nasabah yang disetujui kreditnya dengan tingkat risiko yang terkelola.

“Aktif mengingatkan debitur terkait pembayaran angsuran lebih awal dan memperkuat proses know your customer (KYC) nasabah yang dilakukan oleh front-liners/Sales dengan proses baru yaitu video KYC," Kata Ristiawan.

Hingga akhir tahun 2023 nanti , CNAF menargetkan NPF berada di bawah 1%.

Baca Juga: NPF Perusahaan Pembiayaan Naik Per April 2023,Ini Penyebabnya Menurut OJK

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat