NPF Industri Multifinance Terus Menunjukkan Pemburukan, Ini Kata CNAF



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingkat Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan atau multifinance terus menunjukkan pemburukan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, tingkat NPF gross perusahaan pembiayaan per Mei 2026 sebesar 3,06%, atau memburuk dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,89%.

Mengenai hal itu, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) melihat kondisi pemburukan kredit macet industri yang terus berlanjut disebabkan oleh beberapa faktor. 

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan salah satu faktornya, yakni kondisi ekonomi yang menantang di sejumlah sektor dan daya beli masyarakat yang masih tertekan.


Baca Juga: BCA Pilih Empat Gagasan Mahasiswa untuk Desa Wisata Binaan

"Ditambah, adanya peningkatan biaya hidup yang secara kumulatif memengaruhi kemampuan nasabah dalam memenuhi kewajibannya," ujarnya kepada Kontan, Selasa (14/7).

Alhasil, Ristiawan bilang kebijakan penyaluran pembiayaan yang lebih selektif saat ini adalah langkah antisipatif yang dapat dilakukan perusahaan multifinance. Hal itu diperlukan untuk memastikan kualitas portofolio baru jauh lebih sehat. 

Ke depannya, dia meyakini kualitas pembiayaan akan membaik secara bertahap, seiring dengan pengetatan manajemen risiko yang disiplin dan penguatan kualitas pembiayaan.

Sementara itu, Ristiawan menerangkan CNAF mencatatkan angka NPF di level 1,96% pada Semester I-2026. Angkanya terbilang masih jauh di ambang batas yang ditentukan OJK, yakni tak melebihi 5%.

"Kondisi itu mencerminkan kualitas portofolio perusahaan tetap terjaga," ucap Ristiawan. 

Baca Juga: Buntut Korupsi Oknum Hingga Rp 41,48 Miliar di Jember, BNI Perkuat Penyaluran KUR

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News