NPL Bank Mandiri Turun Jadi 0,98% pada Kuartal III 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk mencatat rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto bank only turun menjadi 0,98% pada kuartal III 2026, dibandingkan 1,03% pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun total kredit secara bank only mencapai Rp 1.605,8 triliun per September 2026, tumbuh 16% secara tahunan (yoy).

Direktur Risk Management Bank Mandiri Danis Subyantoro mengatakan, kualitas aset tetap menjadi perhatian bank di tengah ekspansi kredit.


“Pertumbuhan kredit perlu disertai penilaian risiko dan pemantauan kualitas aset yang disiplin. Dengan pengelolaan tersebut, kami menjaga kualitas portofolio agar Bank Mandiri dapat terus mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat dan dunia usaha,” ujar Danis dalam Paparan Kinerja Kuartal III, Jumat (23/10/2026).

Baca Juga: Masih Jauh dari Target, OJK Catat Rasio Aset Dapen ke PDB 7,86% per Agustus 2026

Berdasarkan presentasi kinerja bank, NPL tertinggi pada sektor perdagangan ritel dan makanan minuman (food and beverage/F&B) sebesar 1,36%. Disusul industri dan perdagangan logam dengan NPL 0,71%.

Sementara itu, sektor konstruksi non-infrastruktur sebesar 0,18%, industri makanan dan minuman 0,16%, serta perkebunan sawit dan CPO 0,14%. Beberapa sektor mencatat NPL 0%, yaitu sektor pemerintah, energi dan air, properti dan investasi, serta industri pulp dan kertas.

Dari sisi portofolio, outstanding kredit bank only pada sektor pemerintah menjadi penyumbang terbesar dengan outstanding Rp 126 triliun, diikuti perkebunan sawit dan CPO sebesar Rp 110 triliun serta energi dan air Rp 99,6 triliun.

Baca Juga: Bank Mandiri (BMRI) dapat Rekomendasi Saham Beli dari BRI Danareksa Sekuritas

Bank Mandiri juga mencatat NPL coverage ratio sebesar 243% dan cost of credit sebesar 0,55% per September 2026. Adapun rasio kredit dalam perhatian khusus atau special mention loan (SML) turun menjadi 2,88% dari 3,35% tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News