NPL BCA Turun Jadi 1,9% pada Semester I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil memperbaiki kualitas aset pada semester I-2026. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang turun menjadi 1,9% per Juni 2026, dibandingkan 2,2% pada periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan paparan kinerja perseroan, portofolio kredit bermasalah BCA masih didominasi oleh segmen korporasi yang menyumbang 33,4% dari total NPL. Selanjutnya, segmen konsumer berkontribusi sebesar 24,9%, segmen komersial 20,8%, dan usaha kecil menengah (SME) sebesar 19,6%.

Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan perbaikan kualitas kredit tersebut merupakan hasil dari penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit di seluruh segmen bisnis.


Baca Juga: Kredit Bermasalah BTN Membaik, NPL Gross Turun ke Level 3% pada Semester I-2026

"BCA senantiasa menyalurkan kredit ke berbagai segmen dan sektor dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan disiplin manajemen risiko," ujar Hera kepada Kontan.co.id.

Menurutnya, perseroan secara konsisten melakukan pemantauan terhadap berbagai potensi risiko kredit, termasuk risiko yang berkaitan dengan kendala pembangunan maupun penyelesaian proyek, guna menjaga kualitas portofolio pembiayaan.

Selain itu, BCA juga mengedepankan pendekatan proaktif kepada debitur untuk mencegah peningkatan kredit bermasalah.

"Kami terus melakukan monitoring risiko kredit, termasuk risiko kendala pembangunan atau penyelesaian, dalam rangka menjaga kualitas kredit yang diberikan. Selain itu, BCA juga menyediakan solusi proaktif kepada nasabah untuk menghindari potensi kenaikan NPL, yang hingga kini tetap terjaga dan masih terkendali," jelas Hera.

Baca Juga: KB Bank Siapkan Dana Rp 1,13 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo September 2026

Dengan berbagai langkah tersebut, rasio NPL BCA hingga semester I-2026 berhasil dipertahankan pada level 1,9%, sekaligus mencerminkan kualitas aset perseroan yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi dan tingginya suku bunga.

Ke depan, BCA menyatakan akan terus memperkuat penerapan manajemen risiko serta menjaga kualitas penyaluran kredit secara prudent guna mempertahankan kualitas aset dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News