Jakarta. Kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) beberapa bank besar pada semester 1 2016 meningkat. Kredit komersial merupakan salah satu yang menyumbang kenaikan NPL cukup tinggi. Umumnya, kredit komersial tersalurkan untuk industri skala menengah dan kecil dengan tujuan usaha produktif. Berdasarkan catatan KONTAN, dari 10 bank besar, lima bank mencatatkan kenaikan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) dan NPL di sektor komersial. PT Bank Mandiri Tbk merupakan salah satu yang terkena efek paling besar dari kredit macet sektor kredit komersial. NPL di sektor komersial yang naik hampir 506bps yoy menjadi 6,69%. NPL sektor komersial merupakan penyumbang terbesar kredit bermasalah di Bank Mandiri. Walhasil, untuk meminimalisir efek dari kredit macet, Mandiri menaikkan anggaran CKPN sebesar 108,8% yoy menjadi Rp 9,23 triliun.
NPL kredit komersial menghantui kinerja bank besar
Jakarta. Kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) beberapa bank besar pada semester 1 2016 meningkat. Kredit komersial merupakan salah satu yang menyumbang kenaikan NPL cukup tinggi. Umumnya, kredit komersial tersalurkan untuk industri skala menengah dan kecil dengan tujuan usaha produktif. Berdasarkan catatan KONTAN, dari 10 bank besar, lima bank mencatatkan kenaikan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) dan NPL di sektor komersial. PT Bank Mandiri Tbk merupakan salah satu yang terkena efek paling besar dari kredit macet sektor kredit komersial. NPL di sektor komersial yang naik hampir 506bps yoy menjadi 6,69%. NPL sektor komersial merupakan penyumbang terbesar kredit bermasalah di Bank Mandiri. Walhasil, untuk meminimalisir efek dari kredit macet, Mandiri menaikkan anggaran CKPN sebesar 108,8% yoy menjadi Rp 9,23 triliun.