NPL Pegadaian 1,4%



JAKARTA. Perlambatan ekonomi tidak serta membuat kredit bermasalah PT Pegadaian naik.

Sebaliknya, angka non perfoaming loan (NPL) perusahaan terbilang masih rendah.

Meski diakui lelang yang dilakukan Pegadaian lebih sering demi menjaga kualitas kredit.


Riswinandi, Direktur Utama Pegadaian menyebut, posisi September NPL Gross sebesar 1,4%.

Sedangkan NPL net 0,4% dan dianggap masih dalam tahap wajar.

Ia menyebut tidak ada kenaikan NPL yang siginifikan sekalipun terjadi perlambatan ekonomi karena melemahnya daya angsur konsumen.

Selain itu, perusahaan juga tertolong dengan adanya lelang dari jaminan emas oleh nasabah.

"Dalam hitungan kami NPL itu hitungannya kalau nasabah tidak bisa bayar kredit selama empat bulan. Kalau 15 hari juga kami kasih waktu tolerir tidak bisa bayar. Kami langsung lelang," terang Riswinandi pada Senin (23/11).

Jika dalam lelang masih tersisa dari plafon kredit, Pegadaian akan mengembalikan besaran uangnya kepada nasabah.

Sementara itu, harga emas yang trendnya turun diakui Riswinandi tidak membuat perusahaan merugi.

Sebaliknya, nasabah yang paling terasa rugi saat harga emas jatuh.

"Kalau kami tidak rugi tapi nasabah rugi karena mereka akan dapat plafon yang lebih kecil dari pembiayaan yang kami berikan," ujar Riswinandi.

Untuk menyiasati terjadi penurunan harga emas.

Pegadaian gencar menjual produk tabungan emas yang sebelumnya dimulai di Garut kini mulai disebar ke setiap kantor wilayah.

Apalagi produk tabungan emas ini nilai tabungannya terbilang kecil mulai dari Rp 500.000 dan dapat dicicil secara harian.

Riswinandi menyebut sejak Juli sampai Oktober ini telah membeli 29 kilogram emas ke Antam untuk menyediakan produk tabungan emas.

Sementara nasabah tabungan emas telah mencapai 23.000 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto