KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) per Desember 2025 berada di level 4,33%, atau terlihat masih tinggi meski menunjukkan perbaikan dari bulan sebelumnya di level 4,50%. Mengenai hal itu, Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) menilai masih tingginya NPL UMKM berdampak terhadap kinerja industri penjaminan. "Berdampak, tetapi tidak secara langsung dan mungkin tidak sama dampaknya pada setiap perusahaan penjaminan," ucap Sekretaris Jenderal Asippindo Agus Supriadi kepada Kontan, Sabtu (31/1/2026).
NPL UMKM Masih Tinggi, Berdampak ke Kinerja Industri Penjaminan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) per Desember 2025 berada di level 4,33%, atau terlihat masih tinggi meski menunjukkan perbaikan dari bulan sebelumnya di level 4,50%. Mengenai hal itu, Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) menilai masih tingginya NPL UMKM berdampak terhadap kinerja industri penjaminan. "Berdampak, tetapi tidak secara langsung dan mungkin tidak sama dampaknya pada setiap perusahaan penjaminan," ucap Sekretaris Jenderal Asippindo Agus Supriadi kepada Kontan, Sabtu (31/1/2026).