KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya memperkuat kedaulatan teknologi nasional memasuki babak baru setelah PT Nusantara Quantum Intelligence (NQI) menjalin kolaborasi strategis bernilai multi-juta dolar AS dengan StarWiz Technology Co, Ltd, perusahaan deep-tech terkemuka berbasis di Beijing, Tiongkok. Kerjasama ini difokuskan pada pengembangan komputasi kuantum, teknologi fotonik, dan ekosistem satelit radar Synthetic Aperture Radar (SAR) yang dinilai akan menjadi fondasi penting bagi kemandirian teknologi Indonesia di masa depan. Kesepakatan yang ditandatangani CEO dan Founder NQI Walter Kaminski di Beijing itu menjadi langkah strategis memperkuat kapasitas Indonesia dalam mengembangkan teknologi berteknologi tinggi yang selama ini masih didominasi negara-negara maju.
Baca Juga: Adopsi AI Tembus 92%, Pemerintah Siapkan Peta Jalan untuk Perkuat Daya Saing Kolaborasi ini juga menggabungkan keunggulan masing-masing perusahaan. StarWiz membawa pengalaman dalam pengembangan perangkat lunak canggih, kecerdasan buatan (AI), serta cloud dan edge computing untuk mengolah data satelit resolusi tinggi dalam skala besar. Adapun NQI fokus pada pengembangan teknologi fotonik dan ekosistem satelit radar yang mampu mendukung pemantauan wilayah secara real-time dengan tingkat akurasi tinggi. Menurut Walter Kaminski, kerja sama ini bukan sekadar pengembangan produk teknologi, tetapi juga bagian dari strategi membangun kapasitas nasional dalam menghadapi persaingan teknologi global. “Kolaborasi dengan StarWiz Technology Co Ltd adalah akselerasi nyata bagi visi besar kami. Dengan menyatukan teknologi kuantum dan ekosistem satelit radar, kami siap menghadirkan solusi pemantauan dan analitik jauh lebih akurat bagi sektor pemerintahan, pertahanan sipil, hingga industri komersial di Indonesia dan Asia Tenggara,” ujarnya, Jumat (12/6/2026). Dari perspektif kedaulatan teknologi, Walter menegaskan kerja sama ini dinilai penting lantaran tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga transfer pengetahuan dan penguatan sumber daya manusia dalam negeri. "Melalui berbagai program pelatihan, workshop teknis, dan pengembangan bersama, talenta teknologi Indonesia akan mendapatkan akses langsung terhadap penguasaan teknologi kuantum, fotonik, dan satelit generasi terbaru," tuturnya. Pada tahap awal, NQI dan StarWiz akan menjalankan proyek percontohan integrasi teknologi fotonik dan pemrosesan data SAR, menyusun peta jalan pengembangan produk untuk pasar regional, serta melakukan uji coba lapangan guna memastikan kesiapan operasional sebelum solusi tersebut diterapkan secara luas. Walter menambahkan kolaborasi ini menjadi sinyal bahwa Indonesia mulai mengambil langkah lebih agresif dalam membangun kemandirian di sektor teknologi strategis. "Di tengah persaingan global yang semakin ketat, penguasaan teknologi kuantum, fotonik, dan satelit dinilai akan menjadi salah satu kunci utama dalam memperkuat kedaulatan teknologi dan daya saing nasional di masa depan," pungkasnya.
Chairman StarWiz Technology Co Ltd Lei Bin menyampaikan kemitraan itu dirancang sebagai platform kolaboratif guna mempercepat komersialisasi teknologi dan memperluas transfer teknologi ke pasar internasional. "Ke depan, hasil kolaborasi ini diharapkan mampu mendukung berbagai kebutuhan strategis nasional, mulai dari pengawasan wilayah maritim, pertanian presisi, pengelolaan sumber daya alam, hingga sistem mitigasi bencana yang lebih cepat dan akurat. Pemanfaatan teknologi radar dan AI juga bisa membantu pemerintah memperoleh data lebih independen dan presisi dalam pengambilan kebijakan," ujarnya. Dia menerangkan aspek keamanan data juga menjadi perhatian utama dalam kerja sama ini. Integrasi teknologi enkripsi dan sistem keamanan siber mutakhir diharapkan mampu menjaga kerahasiaan informasi strategis dan memperkuat ketahanan digital nasional. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News