KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Sekretaris Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama, Muh Marufin Sudibyo, meminta pemerintah tetap berpegang pada kriteria MABIMS dalam menetapkan awal Syawal 1447 Hijriah serta menunggu hasil rukyatul hilal sebelum mengambil keputusan resmi. MABIMS adalah forum Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura yang menyepakati kriteria visibilitas hilal (imkanur rukyat) baru untuk penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Kriteria MABIMS saat ini menetapkan bahwa hilal dinyatakan memenuhi syarat jika ketinggiannya minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Dalam Sidang Isbat penentuan Idul Fitri 1447 H, Marufin menjelaskan bahwa secara hisab, posisi hilal di Indonesia memang sudah mendekati kriteria, khususnya di wilayah Aceh dengan ketinggian sekitar 3 derajat. Namun, nilai elongasi masih berada di bawah batas minimal 6,4 derajat yang disepakati dalam kriteria MABIMS.
NU Minta Pemerintah Penetapan 1 Syawal Harus Ikuti MABIMS
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Sekretaris Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama, Muh Marufin Sudibyo, meminta pemerintah tetap berpegang pada kriteria MABIMS dalam menetapkan awal Syawal 1447 Hijriah serta menunggu hasil rukyatul hilal sebelum mengambil keputusan resmi. MABIMS adalah forum Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura yang menyepakati kriteria visibilitas hilal (imkanur rukyat) baru untuk penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Kriteria MABIMS saat ini menetapkan bahwa hilal dinyatakan memenuhi syarat jika ketinggiannya minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Dalam Sidang Isbat penentuan Idul Fitri 1447 H, Marufin menjelaskan bahwa secara hisab, posisi hilal di Indonesia memang sudah mendekati kriteria, khususnya di wilayah Aceh dengan ketinggian sekitar 3 derajat. Namun, nilai elongasi masih berada di bawah batas minimal 6,4 derajat yang disepakati dalam kriteria MABIMS.
TAG: