JAKARTA. Mantan Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Nurdin Khalid membantah telah menerima cek perjalanan saat pemilihan Miranda Swaray Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) 2004 silam. Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ini mengaku tidak mengetahui aliran uang. Cuma, Nurdin tidak ingat apakah dirinya turut hadir dalam pemilihan Miranda. "Waktu itu, saya sibuk kongres luar biasa PSSI yang sedang bermasalah," terangnya di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (12/10). Juru Bicara KPK, Johan Budi S.P. mengatakan, lembaganya memeriksa Nurdin sebagai saksi untuk tersangka Mantan Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan, Hamka Yandhu. Ini adalah kali kedua KPK memanggil Nurdin setelah pekan lalu ia tak datang dengan alasan ada keperluan lain.
Nurdin Khalid Bantah Terima Cek dalam Pemilihan Miranda
JAKARTA. Mantan Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Nurdin Khalid membantah telah menerima cek perjalanan saat pemilihan Miranda Swaray Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) 2004 silam. Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ini mengaku tidak mengetahui aliran uang. Cuma, Nurdin tidak ingat apakah dirinya turut hadir dalam pemilihan Miranda. "Waktu itu, saya sibuk kongres luar biasa PSSI yang sedang bermasalah," terangnya di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (12/10). Juru Bicara KPK, Johan Budi S.P. mengatakan, lembaganya memeriksa Nurdin sebagai saksi untuk tersangka Mantan Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan, Hamka Yandhu. Ini adalah kali kedua KPK memanggil Nurdin setelah pekan lalu ia tak datang dengan alasan ada keperluan lain.