Nusa Palapa Gemilang Memproyeksi Pendapatan 2022 Tumbuh Sekitar 20%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen pupuk PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) memproyeksi pendapatan tahun 2022 dapat tumbuh sekitar 20% dibanding realisasi pendapatan 2021. Direktur NPGF Imam Subakti mengatakan, pertumbuhan ini lebih banyak disebabkan oleh kenaikan harga jual NPK yang signifikan sebagai efek dari kenaikan harga bahan baku pupuk dunia. 

Laba bersih perusahaan juga diproyeksi akan tumbuh positif pada 2022. Pasalnya, di semester kedua tahun 2022, harga bahan baku NPK diprediksi mulai menurun dan stabil.

"Penurunan harga bahan baku NPK akan berdampak positif terhadap terjaganya proyeksi margin laba," kata Imam saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (6/5).


Baca Juga: Tumbuh 5,2%, Nusa Palapa Gemilang Kantongi Pendapatan Rp 352,35 Miliar di 2021

Sebagai gambaran, pada tahun 2021, penjualan NPGF tumbuh 5,2% secara year on year (yoy), dari Rp 335,06 miliar menjadi Rp 352,35 miliar. Sementara itu, laba bersih tahun berjalan merosot 19,9% yoy, dari Rp 5,35 miliar menjadi Rp 4,29 miliar.

Untuk mencapai target pertumbuhan kinerja tahun 2022, NPGF sudah menyiapkan beberapa strategi.

Pertama, NPGF menjalin kerja sama pemasaran dengan mitra strategis (swasta) yang memiliki hubungan khusus dengan perkebunan-perkebunan kelapa sawit. Mitra strategis tersebut merupakan trader pupuk dan bahan baku pupuk yang telah memiliki jaringan pemasaran yang kuat di bidang pupuk dan kelapa sawit.

Baca Juga: Kerek Utilitas, Nusa Palapa Gemilang (NPGF) Belum Anggarkan Capex Untuk Tahun Ini

Kedua, selain membantu pemasaran hasil produksi NPK, mitra strategis tersebut juga akan menjamin ketersediaan bahan baku untuk memproduksi pupuk NPK perusahaan. "Hal ini tentu akan meningkatkan utilitas dari modal kerja yang ada dalam menghasilkan penjualan dan laba," tutur Imam.

Ketiga, NPGF melakukan kerja sama produksi (makloon) dengan beberapa pihak yang memiliki pesanan dari perkebunan, tetapi tidak memiliki pabrik. Dengan begitu, seluruh bahan baku dan bahan penolong disediakan oleh pihak-pihak tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati