Nusantara Pelabuhan Handal (PORT) Siapkan Capex Rp 100 Miliar pada 2022



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Operator terminal petikemas, PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) fokus melakukan peremajaan armada truk dan crane di tahun ini. Untuk itu, perseroan telah menyiapkan belanja modal atau capex, sebesar Rp 100 miliar - Rp 130 miliar.

“Sampai saat, dari alokasi capex tersebut baru terserap sebanyak Rp 15 miliar sampai Rp 20 Miliar,” ujar Paul Krisnadi, Direktur Utama PORT kepada Kontan.co.id, Kamis (8/9). 

Dalam rangka mendorong kinerja agar lebih baik, PORT terus melakukan efisiensi dan mengontrol biaya operasional. Selain itu, PORT juga terus melakukan inovasi dan otomatisasi pengelolaan terminal peti kemas.


Salah satunya, emiten ini mendorong digitalisasi dokumen pengeluaran dan pengiriman barang dari terminal peti kemas. Dengan demikian, proses penyelesaian dokumentasi pengambilan dan pengiriman peti kemas ke pelabuhan PORT dapat dilakukan secara efisien dan hemat waktu.

Baca Juga: Diantara Saham Emiten Pelabuhan, Mana yang Jadi Rekomendasi Analis?

Sayangnya, Paul belum dapat memproyeksikan pertumbuhan volume pengiriman peti kemas tahun ini, sebab dampak perang Rusia-Ukraina juga tak dapat diprediksikan kapan akan berakhir. 

“Kami tentu saja berharap volume pengiriman peti kemas di Semester 1 bisa terjaga sampai akhir tahun. Namun, dari situasi ekonomi yang ada kami melihat sepertinya volume pengiriman peti kemas akan cenderung menurun di Semester 2,” ungkapnya. 

Adapun sebagai langkah antisipasi, maka Perseroan saat ini melakukan upaya-upaya efisiensi untuk menekan biaya operasional.

Meski demikian, perseroan optimis membidik pendapatan bisa tumbuh setidaknya antara 5%-7% di sepanjang tahun 2022. Adapun untuk laba bersih, perseroan berharap bisa lebih memperkecil kerugian dengan melakukan langkah-langkah efisiensi. 

“Ekspektasi ini sudah mempertimbangkan kemungkinan pelemahan kegiatan ekonomi akibat kenaikan laju inflasi di Semester II-2022,” katanya. 

Baca Juga: Hingga Juli, PTPP Genggam Kontrak Baru Sebesar Rp 13,5 Triliun

Paul juga menambahkan, di sepanjang tahun ini prospek bisnis PORT masih akan menghadapi tantangan. Hal ini lantaran adanya kenaikan laju inflasi yang menghambat laju belanja masyarakat.

Oleh karenanya, PORT memperkirakan laju kenaikan kegiatan ekonomi nasional pasca pandemi akan sedikit melemah di semester kedua tahun ini. 

“Adapun untuk tahun 2023, masih terlalu jauh untuk kita proyeksikan, karena adanya faktor-faktor yang belum bisa diduga, terutama masih adanya kasus lockdown di China dan kapan perang Ukraina-Rusia. Hal itu berpengaruh ke perekonomian dunia dan akhirnya akan mempengaruhi ekonomi Indonesia,” tutur dia. 

Baca Juga: Nusantara Pelabuhan Handal (PORT) Terus Melakukan Pengembangan Bisnis

Paul menambahkan, saat ini PORT tengah menjajaki peluang pada bisnis peremajaan alat dan jasa engineering alat pelabuhan, serta kemungkinan otomatisasi proses bisnis di luar pelabuhan seperti otomatisasi pada mata rantai logistik.

 “Dan ini merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk mempertahankan kinerja positif di tahun 2022,” tutup Paul. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli