Nvidia di China: Jensen Huang Buru Pembeli Chip H200 di Tengah Sanksi



KONTAN.CO.ID -  Langkah strategis diambil oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, dengan melakukan kunjungan kerja ke Shanghai, China, bulan Januari 2026 ini.

Kunjungan ini menarik perhatian luas setelah Huang terlihat berinteraksi dengan warga lokal di pasar tradisional Lujiazui pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Kehadiran pemimpin raksasa semikonduktor asal Amerika Serikat (AS) ini dinilai sebagai upaya diplomatik korporat untuk memperkuat citra positif Nvidia di pasar Negeri Tirai Bambu yang kini semakin kompetitif.


Baca Juga: Karier Tracey Ryan: Wanita Paling Berpengaruh di Sektor Teknik Selandia Baru

Melansir Global Times, Huang tidak hanya mengunjungi pasar lokal tetapi juga menghadiri acara tahunan internal Nvidia.

Kehadirannya dipandang oleh para pakar industri sebagai langkah krusial untuk menjaga loyalitas karyawan serta menjalin komunikasi yang lebih erat dengan otoritas China dan para pelanggan kunci.

Fokus utama dari rangkaian agenda ini adalah memastikan kelancaran penetrasi pasar bagi produk terbaru mereka, yakni chip AI H200.

Misi Diplomasi Dagang dan Ekspansi Chip H200

Kunjungan Jensen Huang ke China terjadi di saat Nvidia menghadapi tekanan ganda, baik dari kompetitor lokal yang semakin agresif maupun regulasi ekspor dari pemerintah AS.

Ma Jihua, seorang pengamat industri veteran, menyebutkan kepada Global Times bahwa aktivitas Huang yang membaur dengan budaya lokal merupakan bentuk ekspresi yang diperhitungkan secara cermat.

Tujuannya adalah menyampaikan pesan persahabatan kepada pasar China sembari menavigasi sensitivitas politik di Washington.

Salah satu target utama dari kunjungan ini adalah mengamankan pembeli besar yang memiliki kapasitas pembayaran cepat untuk unit chip H200.

Sebagai informasi, pemerintah AS sebelumnya telah memberikan izin penjualan chip H200 ke China, namun dengan ketentuan yang cukup ketat.

Beberapa poin penting terkait dinamika ekspor chip H200 antara lain:

  • Ketentuan Bea Keluar: Pemerintah AS mengambil bagian sebesar 25% dari total penjualan chip H200 sebagai biaya atau pungutan pemerintah, sebagaimana dilansir oleh BBC.
  • Pengawasan Kongres: Terdapat usulan legislasi bipartisan di AS yang menuntut pengawasan ekspor chip AI tingkat lanjut melalui mekanisme yang serupa dengan penjualan senjata, yang memungkinkan Kongres meninjau dan memblokir lisensi ekspor ke China.
  • Kekhawatiran Keamanan: Peneliti senior dari Chinese Academy of International Trade and Economic Cooperation, Zhou Mi, mencatat bahwa kinerja komputasi saja tidak cukup jika risiko keamanan dan kepatuhan regulasi di China belum terselesaikan sepenuhnya.
Baca Juga: Ancaman Badai? Desain Sekolah Ikonik Steve Jobs Jadi Solusi Global

Agenda Kunjungan dan Respon Otoritas China

Setelah menyelesaikan agenda di Shanghai, Jensen Huang dijadwalkan melanjutkan perjalanannya ke Beijing, Shenzhen, hingga Taiwan.

Intensitas kunjungan Huang yang telah mencapai setidaknya tiga kali sepanjang tahun 2025 dan berlanjut di awal 2026, menunjukkan betapa krusialnya pasar China bagi keberlangsungan pendapatan Nvidia.

Pemerintah China sendiri menunjukkan sikap yang hati-hati namun terbuka terhadap kehadiran perusahaan asing. Juru bicara Kementerian Perdagangan China, He Yongqian, menyatakan dalam sebuah kesempatan bahwa pihaknya terus memantau situasi perkembangan industri, meskipun tidak memberikan komentar spesifik terkait laporan yang menyebutkan bahwa pembelian chip H200 hanya akan disetujui dalam kondisi khusus.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan kembali posisi China yang konsisten terkait pembatasan ekspor chip oleh AS dan masalah tarif yang menyertainya.

China mengharapkan adanya kerja sama perdagangan yang stabil dan konstruktif tanpa adanya gangguan dari kebijakan sepihak yang dianggap menghambat inovasi global.

Tonton: Kemenperin Susu Ultra Investasi Rp 1,1 Triliun, Penuhi Kebutuhan MBG

Kewaspadaan Industri Semikonduktor Lokal

Meski kedatangan CEO Nvidia disambut sebagai sinyal positif bagi kolaborasi teknologi, industri semikonduktor dalam negeri, China tetap diingatkan untuk tetap waspada.

Wakil Ketua China Semiconductor Industry Association, Wei Shaojun, melansir dari Global Times, menyatakan bahwa posisi AS yang kerap berubah-ubah terkait pembatasan ekspor chip tingkat lanjut harus disikapi dengan kritis.

Wei Shaojun menekankan beberapa langkah strategis bagi industri domestik:

  • Tetap Waspada: Industri semikonduktor China harus tetap waspada terhadap sikap AS yang terkadang melonggarkan namun di lain waktu memperketat tekanan.
  • Kemandirian Teknologi: Tidak boleh goyah dalam membangun kepercayaan diri untuk terus menempuh jalur pengembangan mandiri dalam teknologi proses lanjutan (advanced process technologies).
  • Evaluasi Risiko: Memastikan bahwa interaksi teknologi tetap selaras dengan regulasi nasional dan tidak membuat industri lokal menjadi terlena oleh pelonggaran sementara.
Bagi investor dan pelaku pasar, dinamika kunjungan ini mencerminkan betapa besarnya ketergantungan Nvidia terhadap pasar China untuk mempertahankan dominasi globalnya di sektor kecerdasan buatan.

Di sisi lain, kemampuan Nvidia untuk merespons kekhawatiran regulasi dan keamanan di China akan menjadi kunci utama bagi stabilitas pengembangan jangka panjang perusahaan tersebut di wilayah Asia Timur.

Selanjutnya: Anak Usaha Energi Mega Persada (ENRG) Temukan Minyak di Wilayah Kerja Malacca Strait

Menarik Dibaca: Promo Superindo Hari Ini 26-29 Januari 2026, Jambu Crystal-Bawang Merah Harga Spesial

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News