Nvidia Dikabarkan Sepakat Akuisisi Hugging Face, Rogoh Kocek US$ 12,9 Miliar



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Nvidia dikabarkan telah sepakat untuk membeli platform AI Hugging Face dengan nilai mencapai US$ 12,9 miliar, demikian dilaporkan The Information pada hari Rabu (26/8/2026), mengutip seseorang yang mengetahui kesepakatan tersebut.

Produsen chip tersebut dan Hugging Face, perusahaan yang berbasis di New York dan menjadi wadah bagi model bahasa besar (large language models) serta kumpulan data (datasets) sumber terbuka—tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters di luar jam kerja normal.

Nvidia termasuk di antara pihak pendukung, bersama Salesforce dan Google milik Alphabet, yang mendanai Hugging Face dalam putaran pendanaan senilai US$ 235 juta pada tahun 2023, yang saat itu memberikan valuasi sebesar US$ 4,5 miliar bagi perusahaan tersebut.


Financial Times melaporkan pada bulan Januari bahwa tahun lalu Hugging Face menolak tawaran investasi senilai US$ 500 juta dari Nvidia, yang akan memberikan valuasi sebesar US$ 7 miliar bagi perusahaan tersebut.

Baca Juga: Nvidia Dikabarkan Bakal Akuisisi Hugging Face, Nilai Kesepakatan Capai US$ 13 Miliar

Pada hari Rabu, Nvidia memproyeksikan lonjakan pendapatan sebesar 70% pada tahun fiskal mendatang, yang menegaskan tingginya permintaan yang terus berlanjut untuk komputasi AI.

Nvidia juga menyatakan telah mengalokasikan dana sebesar US$ 18 miliar untuk investasi ekuitas hingga sisa tahun fiskal 2027.

Di sisi lain, Nvidia berhasil mencetak kinerja keuangan cemerlang di kuartal II-2026. Pendapatan Nvidia berhasil melonjak 117% secara tahunan menjadi US$ 89 miliar di kuartal II-2026.

Nvidia juga memperkirakan pendapatan di kuartal III-2026 mencapai US$ 108 miliar plus minus 2%. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibanding proyeksi para analis di US$ 104,19 miliar untuk periode Juli-September 2026.

Perusahaan yang berbasis di Santa Clara, California, ini juga memperkirakan pendapatan melesat 70% pada tahun fiskal berikutnya, menggarisbawahi permintaan komputasi AI yang terus berlanjut.