NVIDIA Dorong Mahasiswa Beralih dari Pengguna Menjadi Pengembang Kecerdasan Buatan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di dunia pendidikan semakin berkembang. Kini mahasiswa tidak hanya menggunakan AI untuk membantu menyelesaikan tugas kuliah, tapi juga untuk mendukung penelitian, mengolah data, hingga mengembangkan berbagai aplikasi.

Perkembangan ini turut mendorong kebutuhan perangkat komputasi yang mampu menjalankan teknologi AI secara lebih optimal. Termasuk melalui laptop dan komputer pribadi.

Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono mengatakan, mahasiswa perlu didorong untuk meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan AI. Tidak sekadar menjadi pengguna, tetapi juga memahami cara mengembangkan teknologi tersebut sesuai kebutuhan.


“Transformasi dari AI user menjadi AI builder perlu dimulai dari kampus. Kami ingin mendorong mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk tidak hanya menggunakan AI, tetapi juga membangun solusi inovatif,” ujar Adrian, Rabu (14/10).

Menurut Adrian, teknologi AI dapat membantu mahasiswa mengeksplorasi ide, memperkuat riset, meningkatkan kreativitas, serta mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan dunia industri.

Ia menjelaskan, perkembangan AI kini memasuki fase agentic AI, yakni teknologi yang mampu menyusun rencana dan menjalankan serangkaian tindakan berdasarkan instruksi pengguna.

Baca Juga: Inti Food Kantongi Komitmen Pembelian US$ 1 Juta untuk Ekspor Tempbar ke Australia

Selain itu, pemrosesan AI kini dapat dilakukan secara lokal melalui komputer pribadi tanpa harus selalu bergantung pada layanan komputasi awan atau cloud. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa melakukan eksperimen dan pengembangan aplikasi secara lebih fleksibel.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, NVIDIA mengembangkan GPU GeForce RTX 50 Series. Device ini untuk pengolahan data, pengembangan model AI, simulasi, hingga pembuatan konten digital.

Pemanfaatan teknologi ini antara lain dilakukan sejumlah mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH). Richie Cedrick Adrian menggunakan AI untuk penelitian segmentasi polip dalam analisis citra medis.

Sementara itu, Annabel Kineta Jovinne Caron memanfaatkan komputasi paralel untuk pemetaan jalur jaringan serat optik antarpulau. Adapun Bryan Daniel Angelino mengembangkan SIPETIK, aplikasi pendeteksi hama pertanian berbasis AI.

Dekan Eksekutif College of Emerging Sciences UPH, Rizaldi Sistiabudi, menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri teknologi penting untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memanfaatkan AI.

Head of Marketing Acer Indonesia, Fransisca Maya mengatakan, dukungan perangkat teknologi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan inovasi. "Kami berharap mereka tidak hanya siap kerja, tetapi juga tumbuh menjadi inventor yang membentuk masa depan,” ujar Fransisca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News