Nvidia Kembali Lampaui Ekspektasi, Proyeksi Pendapatan Tembus US$78 Miliar



KONTAN.CO.ID - Produsen chip kecerdasan buatan (AI) Nvidia membukukan kinerja kuartal Januari yang melampaui ekspektasi analis serta memberikan proyeksi pendapatan kuartal berjalan di atas perkiraan pasar.

Namun, sahamnya bergerak datar setelah jam perdagangan karena investor mengharapkan kejutan yang lebih besar sekaligus peningkatan pengembalian kas ke pemegang saham.

Baca Juga: Bank Sentral Korea Selatan Tahan Suku Bunga di 2,50%, Proyeksi Pertumbuhan Dinaikkan


Melansir Reuters Kamis (26/2/2026), Nvidia mencatat penjualan kuartal Januari melonjak 94% menjadi US$68,13 miliar, melampaui estimasi US$66,21 miliar. Laba disesuaikan tercatat US$1,62 per saham, di atas proyeksi US$1,53 per saham.

Untuk kuartal fiskal pertama, perusahaan memperkirakan penjualan mencapai US$78 miliar (plus minus 2%), lebih tinggi dari konsensus analis sebesar US$72,60 miliar.

Investor Minta Lebih Banyak Cash Return

Dalam paparan kinerja, analis UBS Tim Arcuri menanyakan apakah Nvidia berencana mengembalikan sebagian dari potensi kas US$100 miliar yang diperkirakan dihasilkan tahun ini kepada pemegang saham.

Chief Financial Officer Colette Kress menegaskan, perusahaan tetap memprioritaskan investasi di ekosistem AI.

Baca Juga: Gelombang PHK Berlanjut di 2026, Korporasi AS Genjot Efisiensi dan AI

CEO Jensen Huang menambahkan, infrastruktur AI akan menjadi fondasi komputasi masa depan sehingga Nvidia akan terus memperluas kapasitasnya.

Meski kinerja kembali melampaui ekspektasi menandai 14 kuartal beruntun dengan pertumbuhan solid reaksi pasar cenderung datar karena hasil tersebut dinilai sudah terefleksi dalam harga saham.

Risiko Konsentrasi Pelanggan

Kinerja Nvidia menjadi barometer bagi investor AI untuk menilai efektivitas belanja besar perusahaan teknologi dalam membangun pusat data.

Raksasa teknologi seperti Meta Platforms termasuk pelanggan utama Nvidia. Namun, konsentrasi penjualan meningkat: dua pelanggan menyumbang 36% pendapatan pada tahun fiskal 2026, naik dari 34% yang sebelumnya berasal dari tiga pelanggan.

Baca Juga: IMF Minta AS Konsolidasi Fiskal, Defisit Transaksi Berjalan Dinilai Terlalu Besar

Persaingan juga kian ketat. Advanced Micro Devices (AMD) dijadwalkan meluncurkan server AI andalan baru tahun ini dan telah mengamankan kontrak dengan pelanggan besar Nvidia.

Sementara itu, Google memperkuat posisinya lewat chip internal TPU dan kerja sama dengan Anthropic.

Belum Hitung Penjualan China

Nvidia menyatakan proyeksi kuartal berjalan belum memasukkan potensi pendapatan dari penjualan chip pusat data ke China.

Perusahaan baru memperoleh lisensi pemerintah AS untuk mengirim “jumlah kecil” chip H200 ke negara tersebut setelah sebelumnya terdampak pembatasan ekspor.

Baca Juga: Pejabat AS Peringatkan Ancaman Iran Jelang Perundingan Nuklir di Jenewa

Selain itu, Nvidia akan mulai memasukkan biaya kompensasi berbasis saham dalam metrik non-GAAP, di tengah persaingan ketat memperebutkan talenta AI.

Analis menilai hasil ini tetap solid dan menunjukkan belum ada tanda perlambatan belanja AI, meski ekspektasi pasar terhadap Nvidia kini semakin tinggi.

Selanjutnya: Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Kantongi Laba Rp 57,13 Triliun pada 2025

Menarik Dibaca: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Simak Pilihan Saham BNI Sekuritas Kamis (26/2)