Nvidia Siapkan Chip Groq untuk Pasar China



KONTAN.CO.ID - Nvidia tengah menyiapkan versi chip Groq berbasis kecerdasan buatan (AI) yang bisa dijual di pasar China, menurut dua narasumber yang mengetahui hal ini.

Melansir Reuters, Nvidia mengakuisisi Groq, startup chip AI, pada akhir 2025 senilai US$17 miliar, dan memamerkan jajaran produk baru berbasis chip tersebut dalam konferensi pengembang tahunan di San Jose, California, pekan ini.

Baca Juga: Unilever Pertimbangkan Lepas Bisnis Makanan, Apa Alasannya?


Langkah ini mengikuti pernyataan CEO Nvidia Jensen Huang bahwa perusahaan telah memulai kembali produksi chip H200, pendahulu chip unggulan saat ini, setelah mendapatkan izin ekspor dari pemerintahan Donald Trump dan menerima pesanan dari pelanggan China.

Chip Groq ini akan digunakan untuk inference, yaitu proses di mana sistem AI menjawab pertanyaan, menulis kode, atau menjalankan tugas bagi pengguna.

Dalam produk yang diperkenalkan pekan ini, Nvidia berencana memadukan chip mendatang Vera Rubin, yang tidak bisa dijual di China, dengan chip Groq.

Salah satu sumber mengatakan, “Chip yang dipersiapkan untuk China bukan versi downgrade atau dibuat khusus untuk pasar China. Tetapi varian baru ini dapat diadaptasi untuk bekerja dengan sistem lain.” Sumber itu menambahkan, chip Groq diperkirakan akan tersedia mulai Mei 2026.

Baca Juga: Trump Tunda Kunjungan ke Beijing, Konflik Iran Hambat Normalisasi AS–China

Meskipun Nvidia mendominasi pasar pelatihan sistem AI, perusahaan menghadapi persaingan ketat di pasar inference.

Beberapa perusahaan besar China, termasuk Baidu, sudah memproduksi chip inference mereka sendiri.

Nvidia belum memberikan komentar resmi terkait rencana ini.