Nyali Anak Muda Indonesia dalam Menghadapi Resesi Ekonomi Diuji



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ancaman resesi global pada tahun depan memang bukan kaleng-kaleng. Sejumlah indikasi telah terlihat seperti kenaikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang rendah.

Meskipun di tengah pesimisme ekonomi tahun depan, rasa optimisme berhembus dari kalangan anak muda.  Di sini nyali anak muda Indonesia menghadapi resesi ekonomi tengah diuji.

Praktisi Perbankan Abiwodo mengatakan, orang Muda Indonesia hari ini sudah memasang kuda-kuda, waspada dan saling mengingatkan dalam merespons ancaman resesi.  


"Di media sosial tidak sedikit konten yang berseliweran berbagi cara dan langkah menghadapi resesi ekonomi," ujarnya dalam keterangannya, Jumat (28/10).

Baca Juga: Berkolaborasi dengan Swallow, BonCabe Ajak Anak Muda Tampil Percaya Diri

Ia melanjutkan, pada momentum Sumpah Pemuda kali ini, menunjukkan bahwa nyali pemuda Indonesia sudah teruji sejak 94 tahun silam, tak kala sumpah pemuda Indonesia didegungkan.

Dalam merespons resesi kali ini, Abiwodo mengatakan saat ini mulai berkembang kampanye survival mode dengan pengaman cash flow di kalangan anak muda. 

Strategi bertahan menghadapi resesi dengan menjaga tabungan sudah mulai diterapkan. Prinsip pemasukan lebih besar daripada pengeluaran juga mulai didegungkan. 

“Dari sisi meningkatkan pendapatan, lahir pula kampanye side hustle alias pemasukan sampingan, yang biasanya dilakukan karena passion dan kesenangan, dengan bayaran yang sesuai,” ujar Abiwodo.

Tapi, side hustle bukan cuma pekerjaan part-time di perusahaan atau organisasi saja. Abiwodo mengatakan side hustle juga bicara kewirausahaan, seperti mengembangkan UMKM, termasuk kewirausahaan sosial yang bisa memberikan dampak positif untuk masyarakat sekitar. 

Baca Juga: Bank BUMN Ini Buka Lowongan Kerja Terbaru 2022, Cek Posisi yang Dibuka

"Jangan cuma berorientasi laba. Bisnis anak muda harus ada misi sosialnya, bermanfaat bagi banyak orang,” sambung Abiwodo

Masih dalam pengamatan Abiwodo, UMKM yang bisa memberikan dampak positif terhadap masyarakat bisa meningkatkan business value dan membuahkan laba yang baik. Bahkan, dukungan pun bisa dengan mudah didapatkan, terutama dari sisi pendampingan, permodalan atau kredit perbankan.

Menurut Abiwodo UMKM  memiliki kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia, apalagi di masa pemulihan pasca-pandemi Covid-19. Bahkan, kini kondisinya diperparah dengan perang Rusia dan Ukraina yang memotong rantai perdagangan pangan dan energi, dan menyeret dunia ke dalam jurang resesi.

Jadi, disadari atau tidak, kampanye anak muda untuk 'bertahan dan menyerang' tadi bukan saja menjadi kunci menghadapi resesi untuk dirinya sendiri. Lebih dari itu, bisa memberikan dampak baik bagi ketahanan perbankan di tengah ancaman resesi ini. 

"Ya, menabung dan menumbuhkan kredit yang tidak berisiko tinggi sambil menggerakkan ekonomi," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli