Nyam...Yuk, mencicipi ikan asap di Semarang (1)



Sebagai negara maritim yang memiliki banyak hasil tangkapan laut, tentu ini menjadi peluang bagi masyarakat yang tinggal di pinggir laut. Pengolahannya pun beragam. Jika Anda sedang singgah di Semarang, Jawa Tengah, ada sentra pengasapan ikan yang laut yang cukup terkenal. Ikan-ikan ini diawetkan dengan proses pengasapan. Sehingga daging ikan terasa lebih gurih dan mempunyai aroma khas.

Lokasinya sangat dekat Pelabuhan Tanjung Emas. Persisnya terletak di Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Jika berangkat dari Bandara Ahmad Yani, rute yang Anda lewati bisa melewati wilayah Simpang Lima. Dari situ ke Bandarharjo hanya memakan waktu sekitar 30 menit Saat Anda memasuki kawasan Kampung Bandarharjo, begitu orang-orang sekitar menyebutnya, Anda akan disuguhi pemandangan yang sedikit sumpek, becek. Ini tipikal perkampungan nelayan di pesisir pantai utara Jawa.

Saat KONTAN menyambangi daerah tersebut pada siang hari, cuaca begitu terik.  Kepulan asap dari proses pengasapan membuat suasana di daerah tersebut semakin membuat keringat mengucur dari tubuh.


Humaidi Komet (47 tahun), salah satu pengusaha pengasapan ikan yang sudah menjalani usaha  ini selama 20 tahun bilang, sentra ini sudah sangat terkenal seantero Semarang dan Jawa Tengah. Ia tidak tahu persis kapan sentra ini mulai muncul, yang jelas saat ia pindah ke lokasi Bandarharjo saat masih muda, sentra ini sudah ada dan berkembang baik. Komet begitu dia biasa disapa, mengaku bisa mengasapkan ikan sebanyak 1 kuintal setiap hari. Ikan-ikan yang diasapkan semuanya jenis ikan laut, seperti ikan tongkol, pari, dan manyung. Ikan-ikan tersebut diawetkan dari pemanasan dan asap yang menempel selama proses pemanggangan, sehingga saat matang rasanya tidak pahit seperti dibakar. Rasanya pun empuk dan gurih.

Ikan-ikan tersebut dia dapat dari tempat pelelangan ikan atau pasar tradisional seperti dari Pasar Karangayu, dan Pasar Peterongan yang ada di sekitar Semarang. Hasil ikan asap dijual kembali ke  pasar tradisional di sekitar Semarang.

Dia juga melayani para pembeli yang datang langsung ke rumahnya. Harga jual ikan asap ini Rp 2.500 per ekor.  "Selama ini ikan yang paling laris adalah ikan manyung. Sebab dagingnya relatif lembut dan tulang rawannya renyah," kata Komet.

Sehari Komet bisa mengantongi penjualan Rp 75.000 hingga Rp 100.000. Dalam sebulan, Komet bisa mendapat omzet sebesar Rp 4 juta. Pengusaha ikan asap lainnya, Yetty Saat (40 tahun) melanjutkan usaha pengasapan ikan dari orang tuanya. Saat ini dia dibantu oleh 14 orang karyawan. Usaha Yetty ini relatif lebih besar dibandingkan tempat-tempat pengasapan ikan lain  di sekitarnya. Dia bisa mengasapkan ikan hingga tujuh kuintal ikan per hari.

Pelanggannya berasal sekitar Semarang dan beberapa kota di luar kota seperti Solo, Purwodadi dan Ambawara. Dalam sebulan, Yetty bisa menghasilkan omzet sebesar Rp 20 juta.      

(Bersambung)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News