Nyaris Boncos 95%, Ini Curhatan dan Saran Kaesang Saat Pasar Saham Sedang Goyang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar saham sedang dalam fluktuasi kencang. Dengan berbagai sentimen yang menerjang, kemarin (14/3) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles hingga 2,14%. Kondisi ini menjadi perhatian Kaesang Pangarep.

Putera bungsu Presiden Joko Widodo ini turut terkena imbas. Mengantongi lima saham dan waran dalam portofolio investasi, Kaesang mengaku salah satu koleksinya ada yang ambles hingga sempat potensi loss 95%.

Kaesang nyaris boncos karena tidak disiplin melakukan cutloss. Selain itu, dia melewatkan momentum untuk merealisasikan profit saat harga waran yang dikoleksinya sedang naik tinggi.


"Jangan sampai kayak saya minus sebanyak itu. Karena sudah minus 10%, nggak cutloss. Waran waktu tinggi lupa saya jual, sampai sekarang malah harganya tinggal segitu," ujar Kaesang dalam acara press conference Lomba Trading Saham Rakyat, Selasa (14/3).

Kaesang enggan membuka saham dan waran yang dimaksud. Dia hanya memberikan bocoran, dari lima koleksi saat ini, di antaranya ada di sektor tambang batubara dan media entertainment

Baca Juga: Platform Investasi Saham Rakyat Gelar Lomba Trading, Tertarik Ikut? .

Sejak tahun 2018, suami dari Erina Gudono ini lebih selektif dalam memilih saham. Jumlah koleksi saham Kaesang sudah jauh berkurang dari posisi sebelumnya yang bisa mencapai 20-30 saham. "Sekarang sedikit-sedikit, itu saja nggak ke monitor," imbuhnya.

Mengaku sebagai value investing, Kaesang tidak terlalu khawatir dengan nasib portofolio saham dan warannya saat ini. Kaesang pun enggan terburu-buru mengoleksi saham di tengah kondisi pasar yang volatile seperti sekarang.

Kaesang masih wait and see untuk menambah portofolio, sembari melihat sektor mana yang prospektif di tahun ini. "Masih terlalu awal, saya belum tahu apa yang bagus. Belum analisa, belum ada waktu, masih mengurusi bola," imbuh Kaesang yang juga merupakan CEO Persis Solo.

Kaesang juga mengukur sejauh mana efek kolaps beberapa bank di Amerika Serikat seperti Silicon Valley Bank (SVB) terhadap pasar saham. Oleh sebab itu, Kaesang tidak terburu-buru untuk melirik saham digital dan e-commerce seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Di samping itu, brand ambassador dari platform investasi Saham Rakyat by Samuel Sekuritas Indonesia ini turut mencermati kebijakan Auto Rejection Bawah (ARB) simetris yang akan kembali secara bertahap.

Baca Juga: IHSG Naik Tipis ke 6.642,69 di Akhir Sesi Pertama, Sektor Transportasi Menguat

Kaesang melihat kebijakan ini secara positif. Dengan ARB kembali 35%, maka pergerakan saham ke harga wajarnya tidak memerlukan waktu yang lama ketimbang dibatasi 7%.

"Ya sama saja, kan tinggal nunggu waktu. Daripada ARB nunggu lima hari, mending langsung saja. Daripada kelamaan sakitnya, buat apa," kata Kaesang.

Menghadapi kondisi dan berbagai sentimen pasar saham saat ini, Kaesang menyarankan agar pelaku pasar disiplin melakukan cutloss. Strategi ini perlu untuk meminimalkan risiko kerugian yang lebih besar.

"Ya disiplin cutloss saja. Misalnya ada target 5%, 7%, 10%, yaudah cutloss, jangan kayak saja," imbuh Kaesang.

Sedangkan dalam mengejar cuan, Kaesang mengaku menetapkan target yang realistis, tergantung dari jenis sahamnya. Seperti cutloss, Kaesang juga menyarankan agar disiplin terhadap target profit.

"Tergantung emiten, tapi saya sudah tetapkan, kalau misalnya yakin 10%, yaudah. Walaupun mungkin bisa naik sampai 30%, saya tetap bakal take (profit) di 10%," pungkas Kaesang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari