JAKARTA. Biasanya ketika mengalami kepedasan, kita buru-buru minum air. Ternyata minum susu efektif meredakan mulut yang terbakar gara-gara makan cabai. Capsaicin adalah zat tanpa warna dan bau yang terkonsentrasi di sekitar jaringan cabai. Demikian penjelasan dari American Chemical Society, seperti dikutip dari
Dailymail.co.uk. Zat tersebut terikat dengan reseptor nyeri TRPV1 yang berada di mulut saat kita makan cabai. Reseptor ini mendeteksi zat panas seperti air mendidih, juga makanan yang dapat berpotensi merusak jaringan. Ketika
capsaicin terikat pada reseptor-reseptor ini, mereka mengirim sinyal saraf ke otak bahwa kita memakan sesuatu yang tak seharusnya. Hal ini memicu respons seperti mata dan hidung berair juga rasa panas luas biasa di mulut yang bikin kita kehausan. Respon-respon ini dirancang untuk mengeluarkan zat itu dari tubuh. Semakin banyak jumlah
capsaicin dalam cabai, semakin banyak yang terikat pada reseptor TRPV1 dan semakin hebat reaksi kita terhadap pedasnya cabai itu. Intensitas kepedasan itu dapat diukur dengan skala scoville. Ketika seseorang menggigit
ghost pepper, jenis cabai yang satu ini lebih pedas 400 kali dibandingkan saus Tabasco dan berada di peringkat 1.000 unit. Normalnya, susu direkomendasikan untuk meredakan panas di mulut. Dijelaskan oleh para ahli bahwa
capsaicin memiliki ujung ekor hidrokarbon panjang. Artinya, zat itu dipandang sebagai molekul non polar dan larut dalam zat non polar lainnya. Bila orang yang kepedasan minum air, zat yang termasuk jenis polar, kita seperti mencampur air dan minyak. Air justru menyebarkan
capsaicin di dalam mulut dan membuat rasa kepedasan itu makin parah. Namun, jika kita minum susu atau produk susu yang mengandung molekul non polar, susu akan melarutkan
capsaicin dan membasuhnya dalam mulut. Hal ini akan melegakan mulut dari rasa terbakar karena cabai. Produk susu juga mengandung protein
casein yang menarik molekul
capsaicin. Susu dan es krim secara aktif menarik molekul
capsaicin dari reseptor TRPV1 dan melarutkannya. Susu dan es krim ini merupakan penutup yang pas setelah makan pedas.
Semakin sering kita makan pedas, semakin besar toleransi yang kita miliki terhadap rasa pedas. Hal ini dikarenakan reseptor TRPV1 di lidah menjadi kurang sensitif ketika makanan pedas disantap terus menerus. (Dhorothea) Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News