Objektif menghitung cash flow



Mengatur arus kas bagi sebagian orang adalah pekerjaan yang memusingkan. Mereka merasa sudah mengatur keuangannya sedetail dan seketat mungkin, tapi selalu berakhir di luar perkiraan dan harapan. Bahkan, ada yang mengeluh meski penghasilan sudah delapan digit, nilainya tak terasa karena digerogoti pelan-pelan oleh pengeluaran.

Memang, mengatur arus kas itu tidak semudah yang dibayangkan. Tidak sesederhana hanya sekian uang masuk dan sekian uang keluar, kemudian sisanya bisa digunakan untuk saving atau investment.

Untuk menyederhanakan pengaturan arus kas, cobalah membagi berbagai pos pengeluaran ke dalam beberapa kelompok spesifik: Pengeluaran Primer, Pengeluaran Kewajiban, Pengeluaran Sekunder, dan Investasi/Tabungan. Golongkan masing-masing pos pengeluaran Anda ke dalam kelompok itu.


Pengeluaran Primer adalah kelompok spesifik untuk berbagai pos pengeluaran yang berhubungan dengan penunjang produktivitas dan kehidupan sehari-hari. Pos pengeluaran yang masuk kelompok ini biasanya tergolong vital. Ketika Anda harus memotong anggaran kelompok ini, maka kelangsungan hidup Anda sehari-hari akan menjadi terganggu.

Contohnya, belanja bulanan untuk kebutuhan makan. Bayangkan jika Anda harus memotong anggaran belanja tersebut sehingga Anda atau keluarga mengubah jadwal makan dari tiga kali sehari menjadi hanya dua atau satu kali sehari.

Pengeluaran Kewajiban adalah kelompok spesifik untuk pos pengeluaran yang berhubungan dengan kewajiban Anda terhadap pihak ketiga. Ini termasuk kelompok pengeluaran yang sensitif karena Pengeluaran Kewajiban sensitif terhadap hubungan dengan pihak lain.

Contohnya, gaji untuk pembantu rumahtangga dan supir. Pengeluaran ini harus dilakukan untuk memenuhi kewajiban Anda kepada mereka. Jika tidak dipenuhi, mungkin mereka akan berontak kemudian berhenti dari pekerjaannya. Otomatis, Anda akan kesulitan karena harus melakukan pekerjaan rumah itu sendiri. Pengeluaran semacam inilah yang dimasukkan ke dalam kelompok Pengeluaran Kewajiban.

Kelompok Pengeluaran Sekunder adalah kelompok spesifik untuk berbagai pos pengeluaran yang tidak berhubungan dengan kedua kelompok sebelumnya. Pos pengeluaran yang masuk ke kelompok ini bersifat pribadi dan tidak berpengaruh signifikan bagi aktivitas keseharian Anda.

Contohnya, kebutuhan hiburan atau hobi. Jika Anda punya pengeluaran rutin untuk nonton di bioskop setiap akhir pekan bersama pasangan atau keluarga, maka itu dimasukkan ke dalam kelompok Pengeluaran Sekunder.

Kelompok Pengeluaran Tabungan dan Investasi khusus untuk kebutuhan menabung dan investasi. Jika Anda memiliki perencanaan keuangan dan rutin melakukan investasi, maka pengeluaran tersebut masuk kelompok ini. Contohnya jika Anda punya pengeluaran investasi rutin untuk dana pensiun, maka pos pengeluaran ini masuk dalam kelompok Pengeluaran Tabungan dan Investasi.

Jika Anda merasa tidak pernah memiliki sisa penghasilan, maka kelompok Pengeluaran Sekunder bisa dikaji ulang. Buatlah kajian secara objektif atas berbagai pengeluaran itu. Jika merasa tidak bisa objektif, Anda bisa menanyakan ke pasangan atau sahabat Anda. Kalau mereka mengatakan anggaran pada pos-pos tertentu terlalu besar, maka Anda perlu melakukan penyesuaian secara wajar.

Tak ada salahnya meminta pendapat mereka tentang anggaran yang wajar, sehingga Anda akan memiliki pembanding dalam menyesuaikan besaran pengeluaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News