Obligasi Asia Banjir Dana Asing US$ 5,61 Miliar di Mei: Ini Negara Paling Diincar!



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Pasar obligasi di kawasan Asia mencatat aliran dana asing masuk (capital inflow) di bulan Mei 2026 jadi yang terbesar dalam tiga bulan. Kenaikan capital inflow di pasar obligasi ini karena aktivitas ekonomi regional yang tangguh dan meningkatnya kehati-hatian atas reli pasar saham meningkatkan permintaan akan sekuritas utang yang relatif lebih aman.

Rabu (24/6/2026), investor asing tercatat masuk ke pasar obligasi di Asia sebesar US$ 5,61 miliar. Di mana, pasar yang paling dilirik adalah Korea Selatan, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan India.

Ini juga jadi pembelian bersih bulanan terbesar untuk kawasan ini sejak capital inflow di Februari yang capai US$ 6,54 miliar, menurut data dari regulator lokal dan asosiasi pasar obligasi.


Baca Juga: Oman Buka Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz, Kapal Bebas Biaya Transit

Aktivitas pabrik meningkat di sebagian besar ekonomi Asia pada bulan Mei, dengan PMI Korea Selatan naik menjadi 54,8, level tertinggi sejak Maret 2021. Sementara, Jepang dan Taiwan juga diuntungkan dari lonjakan permintaan yang terkait dengan investasi kecerdasan buatan.

"Obligasi pasar negara berkembang telah diuntungkan dari pertumbuhan PDB global yang tangguh dan kekuatan komoditas - meningkatkan peran mereka sebagai alokasi utama," kata analis di UBS Global Wealth Management dalam sebuah laporan pekan lalu.

"Kami percaya imbal hasil yang tinggi dan bank sentral yang mendukung menopang prospek positif untuk utang pasar negara berkembang, yang kami beri peringkat Menarik," kata laporan UBS.

Investor asing yang masuk ke pasar obligasi Korea Selatan mencapai US$ 4,9 miliar di bulan Mei 2026, arus masuk bulanan terbesar sejak Februari.

Obligasi Korea Selatan secara bertahap dimasukkan ke dalam indeks obligasi acuan FTSE Russell mulai April 2026, dengan inklusi penuh dijadwalkan pada November 2026.

Sementara itu, pasar obligasi Indonesia dan Thailand juga menarik arus masuk lintas batas, masing-masing sebesar US$ 1,2 miliar dan US$ 597 juta, karena investor asing memperpanjang pembelian untuk bulan kedua berturut-turut.

Baca Juga: SK Hynix Incar Dana Hingga US$ 29 Miliar Lewat Rencana ADR di AS

Sementara itu, obligasi Malaysia mencatat arus keluar bersih asing sebesar US$ 1,08 miliar, karena ketegangan dalam aliansi penguasa negara tersebut meningkat.

Obligasi India juga mencatat arus keluar bersih asing sebesar US$ 10,07 juta, dengan investor asing memperpanjang penjualan mereka untuk bulan kedua berturut-turut.