KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pertumbuhan pasar obligasi dan sukuk berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) diperkirakan belum akan melaju kencang dalam waktu dekat. Sejumlah tantangan, mulai dari tingginya biaya pendanaan hingga terbatasnya minat investor, masih membayangi prospek penerbitan instrumen tersebut hingga 2027. Peluncuran Indonesia ESG Bond Index oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) diharapkan dapat menjadi salah satu katalis pengembangan pasar obligasi ESG domestik. Indeks ini sekaligus memberikan referensi bagi investor untuk memantau kinerja obligasi dan sukuk berbasis ESG. Indonesia ESG Bond Index terdiri atas dua indeks, yakni Indonesia ESG Corporate Bond Index dan Indonesia Prime ESG Bond Index. Obligasi yang masuk dalam konstituen indeks tersebut juga mempertimbangkan peringkat kredit, mulai dari AAA hingga BBB-.
Obligasi ESG 2027 Masih Dibayangi Tantangan, Ini Penyebabnya
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pertumbuhan pasar obligasi dan sukuk berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) diperkirakan belum akan melaju kencang dalam waktu dekat. Sejumlah tantangan, mulai dari tingginya biaya pendanaan hingga terbatasnya minat investor, masih membayangi prospek penerbitan instrumen tersebut hingga 2027. Peluncuran Indonesia ESG Bond Index oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) diharapkan dapat menjadi salah satu katalis pengembangan pasar obligasi ESG domestik. Indeks ini sekaligus memberikan referensi bagi investor untuk memantau kinerja obligasi dan sukuk berbasis ESG. Indonesia ESG Bond Index terdiri atas dua indeks, yakni Indonesia ESG Corporate Bond Index dan Indonesia Prime ESG Bond Index. Obligasi yang masuk dalam konstituen indeks tersebut juga mempertimbangkan peringkat kredit, mulai dari AAA hingga BBB-.
TAG: